Friday, October 23, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Puluhan Santri Nazilah Darussalam Alami Mual Muntah Usai Santap Hidangan Peringatan HSN

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 19.33 WIB
puluhan_santri_nazilah_darussalam_alami_mual_muntah_usai_santap_hidangan_peringatan_hsn_

Pihak Pemkab Deli Serdang bersama pengurus Pondok melihat kondisi para korban. (foto: putra/mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID - Sebanyak 32 santri dan pengurus pondok pesantren Nazilah Darussalam diduga keracunan. Peristiwa itu terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok yang terletak di Desa Sampali, Percut Sei Tuan tersebut, Kamis (22/10/2026).

Informasi diperoleh, makanan tersebut diduga diberikan panitia HSN 2026 tingkat Sumatera Utara di Alun-alun Kabupaten Deli Serdang. Usai menyantap menu tersebut, puluhan santri dan pengurus mengaku mengalami sakit perut.

Menurut Pimpinan Pesantren Nazilah Darussalam, M Dahrul Yusuf, ia pertama kali mengetahui adanya keracunan saat magrib. Saat itu, yang ia dengar masih orang-orang di luar lingkungan pondok. Namun, saat Jumat (23/10/2026) dini hari, sejumlah warga pondok mengeluhkan hal yang sama.

"Kalau awalnya habis dari pulang Hari Santri, magribnya itu udah ada yang mules, cuma kami kan nggak fokus. Mungkin entah mules-mules biasa. Tapi sekitar jam 10 malam ada lagi. Siang hari nambah lagi," ujarnya ditemui di Klinik Sufi Sehat, Jumat (23/10/2026).

Dilanjutkannya, awalnya ia merasa kondisi warga pondok tidak mengkhawatirkan. Namun, menjelang subuh ia mendapat kabar bahwa yang mengalami hal serupa sebanyak 32 orang.

Situasi itu diketahui karena sepinya santri yang salat Subuh di masjid. Saat dicek, kondisi puluhan pengurus dan santri itu ternyata cukup serius hingga akhirnya dilarikan ke Klinik.

"Finalnya waktu subuh. Waktu subuh mau salat, kok nggak ada yang ke masjid, rupanya dicek ke kamar, sudah terkapar semua. Itulah kami bawa ke sini," tuturnya.

Masih kata Yusuf, seluruh warga pondok itu dirawat di tiga rumah tempat, yakni Klinik Sufi Sehat, Klinik Joko hingga Rumah Sakit Madani. Kondisi warga pondok dikatakan mengalami mual, mules, muntah dan demam.

"Mereka buang-buang air terus. Sekrang sudah dibawa ke Klinik Sufi Sehat semua. Ada juga yang sudah mulai membaik dan tidak diinfus," bebernya.

Diuraikan Yusuf, saat HSN berlangsung, mereka mendapat beberapa jenis makanan. Mulai dari nasi kotak berisi daging, nasi bungkus lauk ayam dan nasi bungkus yang berisi ikan nila. Namun, salah satu nasi bungkus yang berisikan lauk ikan nila dikatakan sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

"Kami dapat empat jenis. Khusus untuk ikan nila ada dua jenis masakan. Satu jenis itulah yang ikan nila sambal yang buat sakit perut," katanya.

Dilanjutkannya, keterangan para korban, mulanya tidak merasakan hal yang menyakitkan. Namun, hingga beberapa saat efek yang dirasakan hingga membuat mual dan muntah. Situasi itu membuat sejumlah warga pondok panik.

Begitu pun saat menyantap hidangan yang disuguhkan panitia. Warga pondok tidak melihat tanda-tanda yang aneh. Karenanya, para korban menyantap hidangan tersebut hingga habis.

"Nggak ada curiga, cuman kok nggak enak ya, kok anyep ya. Ya udahlah, kan lapar. Makan ajalah, gitu," sambungnya.

Hingga kini, Pemkab Deli Serdang melalui Kesra telah menghubungi pondok. Dalam percakapan itu, ia meminta Pemkab bertanggung jawab dalam hal ini. Pasalnya, situasi itu terjadi usai warga pondok menyantap hidangan yang disediakan.

"Kami meminta pertanggungjawaban dan permohonan maaf dari mereka," ujarnya.

Sementara Pemkab Deli Serdang melalui Plt Kabag Kesra, Gento Herlambang, terlihat berada di lokasi. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak pondok untuk penanganan lanjutan terhadap warga pondok yang terdampak.

"Ya kita ke sini kan sebagai bentuk tanggung jawab. Nanti bagaimana ke depannya, kita masih berkoordinasi dengan pengurus Ponpes," sebutnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN