Thursday, August 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dokter Forensik: Luka Tembak Winda Lauren Gowasa Termasuk Luka Tembak Tempel

Mistar.idKamis, 6 Agustus 2026 pukul 21.09 WIB
dokter_forensik_luka_tembak_winda_lauren_gowasa_termasuk_luka_tembak_tempel

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dr Mistar Ritonga, Sp.F(K), memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Putra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dr Mistar Ritonga, Sp.F(K), menjelaskan bahwa luka tembak yang dialami Winda Lauren Gowasa merupakan luka tembak tempel, yaitu luka akibat tembakan dengan moncong senjata menempel langsung pada kulit.

Menurut dr Mistar, dalam ilmu forensik terdapat empat kategori luka tembak, yakni luka tembak tempel, luka tembak sangat dekat, luka tembak dekat, dan luka tembak jauh.

"Jadi, luka tembak itu memiliki ciri-ciri khas untuk menentukan apakah merupakan luka tembak jarak dekat atau jarak jauh. Berdasarkan keilmuan dan hasil pemeriksaan langsung terhadap korban, kami menemukan ciri-ciri yang menunjukkan luka tembak tempel," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, luka tembak tempel menunjukkan bahwa moncong senjata api berada dalam posisi menempel pada kulit korban saat tembakan dilepaskan.

"Untuk luka tembak tempel berarti senjatanya menempel ke kulit. Itu yang kami temukan," katanya.

Terkait pertanyaan mengapa proyektil tidak menembus kepala korban, dr Mistar menjelaskan kecepatan peluru dapat berkurang akibat benturan dengan jaringan keras, seperti tulang.

Menurutnya, dalam kasus tersebut proyektil masuk dari sisi kanan kepala, kemudian menelusuri dasar tengkorak hingga menyebabkan retakan sebelum akhirnya berhenti di bawah kulit sisi kiri kepala.

"Pada kasus ini, peluru melewati beberapa bagian yang keras, yaitu tulang. Luka tembak masuk berada di sebelah kanan, kemudian proyektil menelusuri dasar tengkorak hingga menyebabkan retakan sebelum menuju sisi kiri. Energinya sudah berkurang sehingga tidak lagi mampu menembus keluar dan akhirnya berhenti di bawah kulit," jelasnya.

Sebelumnya, adik korban, Ica, mempertanyakan alasan peluru tidak menembus kepala kakaknya. Penjelasan dokter forensik tersebut disampaikan untuk menjawab keraguan keluarga terkait hasil pemeriksaan medis.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN