Katy Perry Keberatan Lagu Firework Dipakai untuk Video Serangan Militer AS

Katy Perry. (Foto: US Magazine)
New York, MISTAR.ID – Penyanyi pop Katy Perry menyampaikan keberatannya setelah lagu hitnya, Firework, digunakan dalam video yang diunggah akun TikTok resmi Gedung Putih.
Video tersebut menampilkan rekaman serangan militer Amerika Serikat ke Iran, padahal penggunaan lagu itu disebut tidak pernah mendapat persetujuannya.
"Saya sangat terkejut dan marah melihat 'Firework' digunakan di akun TikTok Gedung Putih sebagai musik latar untuk rekaman serangan militer. Saya tidak pernah menyetujuinya, tidak pernah dimintai izin, dan saya sama sekali tidak mendukung penggunaan tersebut," kata penyanyi berusia 41 tahun itu.
Menurut Katy, penggunaan lagu tersebut dalam konteks peperangan telah bertolak belakang dengan pesan yang ingin ia sampaikan sejak lagu itu diciptakan.
Ia menjelaskan Firework dibuat untuk memberi harapan, keberanian, dan semangat kepada orang-orang yang tengah menghadapi masa sulit, bukan untuk mengiringi tayangan yang menampilkan kekerasan.
"Saya menulis lagu ini sebagai lagu tentang harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang melewati masa tergelap dalam hidup mereka. Melihat pesan tentang penghargaan terhadap diri sendiri dan semangat hidup dijadikan pengiring kehancuran dan kekerasan benar-benar bertentangan dengan semua nilai yang diwakili lagu ini," ucapnya.
Musik seharusnya menjadi media yang menyatukan banyak orang, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan yang berkaitan dengan perang.
"Musik saya dibuat untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan."
Hingga kini, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan yang disampaikan Katy Perry terkait penggunaan lagu tersebut.[]



















