Saham AI Rontok, Nasdaq 100 Kehilangan 2,5 Triliun Dolar AS dalam Sehari

ilustrasi, anjloknya saham AI, Tesla, SpaceX dan IPO Anthropic secara dramatis. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (6/11/2026) — Sektor kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi motor penggerak pasar saham global, kini justru menjadi sumber guncangan terbesar. Aksi jual massal saham AI menghapus sekitar 2,5 triliun dolar AS dari nilai pasar Nasdaq 100 dalam sehari.
Penurunan ini menjadi yang terbesar bagi Nasdaq Composite sejak April 2025, saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran. Adapun untuk Nasdaq 100, penurunan 6,36% pada hari itu menjadi yang terburuk sejak Maret 2020.
Futures Masih Lesu, Pasar Belum Pulih
Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif pada Jumat (6/11/2026). Hingga pukul 03.00 ET (08.00 GMT), kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 232 poin atau 0,9%, kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah, sementara kontrak berjangka Dow turun 534 poin atau 1,0%.
Pasar masih berupaya pulih setelah guncangan pada Kamis. Kekhawatiran akan regulasi yang lebih ketat dari Partai Demokrat terhadap teknologi AI mendorong aksi jual besar-besaran pada saham-saham yang terpapar teknologi tersebut.
Dampaknya merambat cepat ke seluruh industri teknologi, mulai dari produsen cip, pengembang pusat data, hingga penyedia energi.
Pada penutupan sesi, indeks acuan S&P 500 anjlok 4,36%, sementara indeks saham unggulan Dow Jones Industrial Average merosot 3,44% atau 1.833 poin.
Indikator volatilitas pasar, VIX, melonjak sekitar 70% dan mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan. Kenaikan harian itu menjadi yang terbesar sejak Desember 2024.
Pasar saham global pun ikut terseret. Indeks MSCI Asia Pasifik mencatat penurunan besar, saham-saham di Jepang anjlok, dan di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok hampir 9% hingga memicu penghentian perdagangan selama 20 menit.
“Kekhawatiran yang kian meningkat mengenai keberlanjutan pengembangan AI, di tengah pergeseran besar dalam politik AS, telah menyebabkan hari yang suram lainnya bagi saham-saham sektor teknologi,” ujar Joe Maher, Ekonom Pasar di Capital Economics.
“Apakah kejutan pemilihan paruh waktu akan menjadi katalis yang menggagalkan lonjakan saham sektor AI masih harus dilihat, namun hal ini memperkuat keyakinan kami bahwa lonjakan tersebut telah memasuki fase-fase terakhirnya.”
Salah satu pihak yang paling dirugikan adalah Elon Musk. Tesla terkoreksi sekitar 11% pada Kamis, sehingga total penurunannya sepanjang tahun ini mencapai sekitar 24%. SpaceX turun sekitar 9%.
Berdasarkan perhitungan Bloomberg News, penurunan ini mengikis sekitar 460 miliar dolar AS dari total nilai pasar kedua perusahaan tersebut dalam dua sesi perdagangan sejak pemilu sela.
Kekayaan bersih Musk turun tajam hingga di bawah 800 miliar dolar AS. Namun, ia tetap menyandang status sebagai orang terkaya di dunia.
Kemerosotan ini terjadi setelah kemenangan Partai Demokrat di Texas, negara bagian tempat Tesla dan SpaceX berkantor pusat. Gina Hinojosa, yang terpilih sebagai Gubernur Texas, berjanji menerapkan moratorium pembangunan pusat data.
Aksi jual ini juga berdampak pada Anthropic, perusahaan di balik model AI Claude yang berencana melantai di bursa pada minggu sebelum Thanksgiving.
Anthropic diperkirakan menggalang dana hingga 100 miliar dolar AS dengan valuasi sekitar 1,5 triliun dolar AS.
Namun, menurut The Wall Street Journal, tiga investor besar yang berencana ikut dalam IPO itu kini meyakini valuasi tersebut bisa turun, bahkan berpotensi merosot hingga 1 triliun dolar AS. Sejumlah investor memilih menunggu data kinerja Anthropic bulan Oktober sebelum memangkas valuasi. Laporan itu juga menyebut, metrik pendapatan tahunan perusahaan telah melampaui 80 miliar dolar AS pada akhir Oktober.
Salah satu investor menyebut Anthropic mungkin menggalang dana lebih kecil dari proyeksi awal, sementara investor lain mempertanyakan apakah IPO akan ditunda hingga kondisi pasar membaik.
Reuters juga melaporkan, investor mendorong valuasi yang lebih menarik untuk berkomitmen, dan Anthropic mungkin perlu memberi diskon lebih besar. Dalam dokumen S-1 yang diperbarui, Anthropic meninggalkan angka pendapatan Oktober dalam keadaan kosong, sehingga investor menunggu angka itu untuk menilai apakah pertumbuhan pulih setelah melambat.
Di tengah gejolak pasar, investor kini mengalihkan perhatian ke laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis hari ini.
AS diperkirakan menambah 65.000 lapangan kerja pada Oktober, meningkat dari 29.000 pada bulan sebelumnya, sementara tingkat pengangguran diprediksi tetap di 4,2%, sama seperti September.
Tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja dapat memperkuat argumen bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini di Desember. The Fed telah mengisyaratkan keinginan meredam inflasi yang tinggi, dan pasar kerja yang kuat memberi ruang lebih leluasa untuk itu.
Namun, analis Deutsche Bank mencatat, dengan kekhawatiran seputar AI yang kembali menguat, muncul pertanyaan baru mengenai apakah The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sempat menurun menyusul pelemahan pasar saham.
Harga minyak bergerak volatil seiring serangan baru terhadap kapal-kapal tanker di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan. Meski demikian, harga minyak tetap berada di jalur penurunan tajam secara mingguan.
Harga minyak mentah acuan Brent ditutup naik 3,88% atau 3,67 dolar AS menjadi 98,29 dolar AS per barel pada Kamis, sementara minyak mentah WTI menguat 2,72% atau 2,40 dolar AS menjadi 90,52 dolar AS per barel.
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak Minggu. Frekuensi serangan ini mendekati rekor bulan Oktober yang mencatat 35 insiden.
Korps Garda Revolusi Islam menyatakan, dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah, setelah mencoba melintasi rute yang tidak diizinkan melalui Selat Hormuz.
Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di dekat Yanbu, pusat ekspor minyaknya di Laut Merah, di tengah berlanjutnya serangan oleh kelompok militan Houthi dari Yaman yang berafiliasi dengan Iran.(Investing.com/hm02)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER










































