Friday, November 6, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Anjlok Hampir 2%, Asing Justru Borong! Ini 4 Saham BUMN yang Diserbu Rp153 Miliar

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 16.29 WIB
ihsg_anjlok_hampir_2_asing_justru_borong_ini_4_saham_bumn_yang_diserbu_rp153_miliar_

ilustrasi, IHSG merah tapi asing malah borong 4 saham BUMN. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (6/11/2026) — Pasar saham Indonesia kembali memerah pada perdagangan sesi I, Jumat (6/11/2026). Namun, di balik tekanan jual yang menekan indeks, ada sinyal yang justru menarik perhatian: investor asing diam-diam masuk dan memborong saham-saham pilihan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah cukup dalam hingga akhir sesi I. IHSG berada di level 4.931,39, turun 98,87 poin atau 1,97%.

Melansir CNBC Indonesia, Jumat (6/11/2026), tekanan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih ramai. Volume transaksi mencapai 90,13 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp2,97 triliun.

Kejutan muncul dari pergerakan dana asing. Saat indeks tertekan hampir 2%, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) di pasar saham domestik.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, total pembelian asing mencapai Rp1,34 triliun, sedangkan penjualan asing tercatat Rp1,19 triliun.

Selisihnya menghasilkan net buy asing sebesar Rp153,22 miliar di seluruh pasar hingga akhir sesi I siang ini.

Artinya, meskipun IHSG turun, asing tidak keluar. Mereka justru memanfaatkan koreksi untuk membeli saham-saham yang dinilai murah.

Saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendominasi daftar pembelian bersih terbesar asing. Empat di antaranya masuk jajaran teratas.

Di posisi pertama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp44,41 miliar.

Menyusul di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dikoleksi asing sebesar Rp41,33 miliar.

Dua BUMN lainnya yang juga masuk dalam daftar teratas adalah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan net buy Rp6,25 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sebesar Rp5,96 miliar.

Jika ditotal, keempat saham BUMN tersebut menyerap net buy asing sebesar Rp97,95 miliar atau sekitar 64% dari total net buy asing pada sesi I.

Selain empat saham BUMN itu, asing juga memborong enam saham lain yang masuk 10 besar pembelian bersih terbesar.

Yang paling besar adalah Astra International dengan net buy Rp21,91 miliar.

Setelah itu ada Singaraja Putra Rp4,58 miliar, XLSmart Telecom Sejahtera Rp3,94 miliar, Dana Brata Luhur Rp2,86 miliar, Indosat Rp2,50 miliar, dan Indofood CBP Sukses Makmur Rp2,18 miliar.

Jadi, asing tidak hanya fokus ke saham bank dan BUMN. Mereka juga masuk ke saham konglomerasi, batu bara, telekomunikasi, hingga konsumer.

Dari daftar tersebut, terlihat asing tidak hanya fokus pada saham perbankan. Mereka juga masuk ke saham konglomerasi, batu bara, syariah, telekomunikasi, hingga konsumer.

Apa Artinya Bagi Investor Ritel?

Aksi borong asing di saat IHSG merah sering dibaca sebagai sinyal bahwa investor institusi melihat valuasi sudah murah. Mereka membeli saat banyak investor lain menjual karena panik.

Namun, net buy satu sesi bukan jaminan IHSG akan langsung berbalik arah. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG juga sempat tertekan karena kekhawatiran terhadap evaluasi MSCI dan pelemahan rupiah.

Bagi investor ritel, yang terpenting bukan ikut-ikutan membeli karena asing masuk, melainkan memahami fundamental emiten, profil risiko, dan tujuan investasi masing-masing.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN