Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SUMUT

Komisi Irigasi Desak BWS Sumatera II Normalisasi Sungai Aek Mandosi, Tanggul Terancam Jebol

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 17.36 WIB
komisi_irigasi_desak_bws_sumatera_ii_normalisasi_sungai_aek_mandosi_tanggul_terancam_jebol

Komisi Irigasi Desak BWS Sumatera II Normalisasi Sungai Aek Mandosi, Tanggul Terancam Jebol. (foto ilustrasi:nimrot/gemini/mistar)

Toba, MISTAR.ID (6/11/2026) – Komisi Irigasi Sungai Aek Mandosi di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menangani tanggul dan melakukan normalisasi sungai tersebut sebelum tanggul jebol.

Komisi Irigasi Sungai Aek Mandosi, Kecamatan Porsea, melalui Timur Sitorus mengatakan, Sungai Aek Mandosi kanan yang berada di dua desa, yakni Desa Raut Bosi dan Desa Patane I, sangat berpotensi mengalami tanggul jebol jika tidak segera ditangani.

"Untuk itu, pihak BWS Sumatera II diminta segera turun untuk meninjau agar dapat melakukan normalisasi dan pembangunan bronjong sebelum terjadi tanggul jebol. Sebab, saat ini musim penghujan dan air sungai kerap meluap serta mengikis tanggul sungai," ujar Timur, Jumat (6/11/2026).

Menurut Timur, normalisasi Sungai Aek Mandosi kanan di Kecamatan Porsea penting dilakukan karena terjadi penyempitan badan sungai akibat tanggul yang sering tererosi oleh luapan air sungai dampak curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

"Sementara itu, pembangunan bronjong pada tanggul dibutuhkan karena penyempitan badan sungai membuat sungai tidak mampu menampung luapan air saat banjir tiba. Akibatnya, terdapat beberapa titik tanggul yang rawan jebol. Apabila tanggul jebol, akses jalan akan terputus dan rumah warga bisa rusak akibat hantaman banjir," ucapnya.

Timur juga menambahkan, akibat kondisi tanggul yang rawan jebol, masyarakat yang tinggal di Lumban Padang, Desa Raut Bosi, dan Dusun III, Desa Patane I, merasa khawatir saat hujan turun, terlebih pada malam hari. Warga bahkan tidak dapat tidur karena khawatir banjir menyebabkan tanggul jebol. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN