Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dolar AS, IHSG Tertekan dan Investor Diminta Waspada

Ilustrasi Rupiah melemah (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Rupiah spot ditutup melemah 0,15% ke level Rp 18.184 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini turut membayangi pasar saham domestik, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,65% ke posisi 5.179,06 pada perdagangan sesi I.
Financial Educator Manager Sucor Sekuritas, Hendry Wijaya, menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat menekan kinerja pasar saham. Namun, menurutnya, tekanan terhadap IHSG tidak hanya berasal dari pergerakan nilai tukar, melainkan juga dipengaruhi sejumlah faktor ekonomi dan aliran modal.
Tiga Dampak Rupiah Melemah terhadap Pasar Saham
Hendry menjelaskan, pelemahan rupiah dapat memberikan tiga dampak utama terhadap pasar saham Indonesia.
Pertama, potensi keuntungan investor asing berkurang. Investor asing umumnya menghitung imbal hasil dalam dolar AS. Ketika rupiah terdepresiasi, keuntungan investasi dalam rupiah akan menyusut saat dikonversi kembali ke mata uang tersebut.
Kedua, biaya operasional dan beban utang sejumlah emiten berpotensi meningkat. Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor harus menanggung biaya lebih tinggi. Sementara itu, emiten dengan utang dalam dolar AS tetapi memperoleh pendapatan dalam rupiah menghadapi beban pembayaran yang semakin besar.
Ketiga, pelemahan rupiah dapat mempersempit ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan. Padahal, prospek penurunan suku bunga kerap menjadi sentimen positif bagi pasar saham karena dapat mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya tarik investasi.
PREVIOUS ARTICLE
Danantara Bidik Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Dirahasiakan











































