Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dolar AS, IHSG Tertekan dan Investor Diminta Waspada

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 16.27 WIB
rupiah_melemah_ke_rp_18184_per_dolar_as_ihsg_tertekan_dan_investor_diminta_waspada

Ilustrasi Rupiah melemah (Foto: Istimewa/Mistar)


Arus Keluar Asing dan Kenaikan Yield SBN Menekan IHSG

Selain nilai tukar, tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang berada di sekitar 7,5%, serta berlanjutnya arus keluar modal asing.

Hendry menyebut akumulasi jual bersih investor asing di pasar reguler sepanjang tahun ini telah mencapai sekitar Rp 124,9 triliun.

Menurutnya, pergerakan rupiah dan aliran dana asing dapat saling memperburuk kondisi pasar. Ketika investor asing menjual saham, hasil penjualan dalam rupiah dapat ditukar menjadi dolar AS sehingga menambah tekanan terhadap nilai tukar. Sebaliknya, rupiah yang melemah berpotensi membuat investor asing semakin berhati-hati mempertahankan investasinya di Indonesia.

Risiko MSCI Jadi Perhatian Utama Investor

Di luar pelemahan rupiah, Hendry menilai perkembangan kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu risiko besar yang perlu diperhatikan pasar saham Indonesia.

MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Jika perubahan tersebut terjadi, Indonesia berpotensi menghadapi arus keluar dana investasi, khususnya dari investor yang mengikuti indeks.

Potensi dana pasif yang keluar diperkirakan mencapai US$ 3 miliar hingga US$ 6 miliar. Nilainya dapat meningkat hingga US$ 19 miliar apabila investor aktif turut mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia. UBS memperkirakan potensi arus keluar dana pasif berada di kisaran US$ 4 miliar.

Dalam jangka pendek, pasar juga menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis dini hari WIB, 29 Oktober 2026.

Penguatan dolar AS mencerminkan antisipasi pasar terhadap kemungkinan sikap The Fed yang lebih ketat. Jika keputusan yang diambil tidak seketat perkiraan pelaku pasar, rupiah berpeluang memperoleh ruang penguatan sementara.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN