Dokter: Pes Pneumonik Bisa Menular Antarmanusia

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. M. Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD. (foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Penyakit pes tidak hanya menular melalui gigitan pinjal yang terinfeksi. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. M. Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, menjelaskan bahwa pes pneumonik dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan pernapasan.
“Penyakit pes bisa menular dari manusia ke manusia, tetapi perlu dipahami bahwa penularan utama terjadi pada jenis pes pneumonik, yaitu ketika infeksi menyerang paru-paru,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (28/10/2026).
Allif menjelaskan, pes pneumonik dapat menular ketika penderita batuk dan mengeluarkan percikan pernapasan yang mengandung bakteri Yersinia pestis. Orang yang melakukan kontak dekat dengan penderita dan menghirup percikan tersebut berisiko mengalami infeksi.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak panik karena risiko penularan bergantung pada bentuk penyakit, jalur paparan, dan kedekatan kontak.
“Risiko penularan bergantung pada bentuk penyakit, jalur paparan, dan kedekatan kontak. Jadi, tidak perlu panik atau menganggap setiap kontak dengan pasien pes pasti menyebabkan penularan,” ucapnya.
Ia menegaskan, tidak semua jenis penyakit pes mudah menular antarmanusia. Pes bubonik, misalnya, ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening dan umumnya menular melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, bukan melalui kontak biasa dengan penderita.
Sementara itu, jika terdapat dugaan kasus pes pneumonik, pasien perlu segera mendapatkan penanganan medis. Kewaspadaan terhadap penularan melalui droplet dan langkah isolasi juga diperlukan sesuai protokol kesehatan.
Allif mengatakan, orang yang melakukan kontak erat dengan pasien pes pneumonik perlu menjalani penilaian oleh petugas kesehatan. Penilaian tersebut diperlukan untuk menentukan apakah pemantauan atau pemberian antibiotik pencegahan dibutuhkan.
“Orang yang melakukan kontak erat dengan pasien pes pneumonik juga perlu dinilai petugas kesehatan untuk menentukan apakah pemantauan atau pemberian antibiotik pencegahan diperlukan,” katanya.
Ia menambahkan, penyakit pes merupakan penyakit serius, tetapi dapat diobati dengan antibiotik yang tepat. Karena itu, pengenalan gejala sejak dini, pencegahan paparan, dan penanganan medis sesegera mungkin menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat. (*)












































