Dokter Jelaskan Tiga Jenis Penyakit Pes dan Perbedaan Gejalanya

Ilustrasi seseorang yang mengalami penyakit pes. (Foto: Gemini AI/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Penyakit pes memiliki tiga jenis utama dengan gejala yang berbeda, bergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi. Ketiganya adalah pes bubonik yang menyerang kelenjar getah bening, pes septikemik yang menyerang aliran darah, dan pes pneumonik yang menyerang paru-paru.
Dokter Rumah Sakit Alfuadi Binjai, dr. M. Allif Maulana Syafrin Lubis, MKed (PD), Sp.PD, mengatakan ketiga jenis penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang sama, yakni Yersinia pestis.
“Ketiga jenis penyakit pes itu dapat menunjukkan gejala yang berbeda-beda sesuai dengan bagian tubuh yang terkena infeksi,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (28/10/2026).
Allif menjelaskan, pes bubonik merupakan jenis yang paling umum. Penyakit ini menyerang sistem limfatik atau kelenjar getah bening dengan gejala berupa demam mendadak, menggigil, sakit kepala, badan terasa lemah, serta pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri, terutama di lipat paha, ketiak, atau leher.
Penularan pes bubonik biasanya terjadi melalui gigitan pinjal atau kutu yang terinfeksi bakteri pes.
Jenis kedua, pes septikemik, terjadi ketika bakteri Yersinia pestis menginfeksi aliran darah. Penularan dapat terjadi melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, kontak dengan jaringan hewan terinfeksi melalui kulit yang terluka, atau perkembangan dari jenis pes lainnya.
Gejala pes septikemik meliputi demam, menggigil, kelemahan berat, nyeri perut, syok, serta perdarahan pada kulit atau organ. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera.
Sementara itu, pes pneumonik menyerang paru-paru dan menjadi salah satu bentuk penyakit pes yang paling berbahaya. Infeksi dapat terjadi ketika bakteri menyebar ke paru-paru atau seseorang menghirup partikel pernapasan yang mengandung bakteri dari pasien pes pneumonik.
“Gejala pes pneumonik meliputi demam, batuk, sesak napas, nyeri dada, dan terkadang dahak bercampur darah,” kata anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Binjai tersebut.
Allif menegaskan, perbedaan utama ketiga jenis penyakit pes terletak pada bagian tubuh yang terdampak. Pes bubonik menyerang kelenjar getah bening, pes septikemik menyerang aliran darah, sedangkan pes pneumonik menyerang paru-paru.
Ia mengingatkan ketiga jenis penyakit tersebut dapat berkembang menjadi kondisi serius. Karena itu, diagnosis dan pemberian antibiotik yang tepat sedini mungkin sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.
Masyarakat yang mengalami demam mendadak disertai pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri atau gangguan pernapasan setelah kemungkinan terpapar disarankan segera mencari pertolongan medis. (hm25)













































