Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026

Suasana pedagang cabai di Pasar Tanjung, Lombok Utara, Rabu (25/2/2026). (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Lebaran 2026. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatkan pasokan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga daging, berada dalam kondisi mencukupi dengan harga yang tetap terkendali.
Menurutnya, indikator 'aman' tidak hanya dilihat dari ketersediaan barang, tetapi juga stabilitas harga yang tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah, termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Aman itu artinya pasokan tersedia dan harga tetap terkendali serta terjangkau bagi masyarakat,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Untuk komoditas beras, pemerintah mencatat total ketersediaan mencapai sekitar 29,3 juta ton. Sementara kebutuhan hingga Mei 2026 diperkirakan sebesar 12,94 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 16,38 juta ton. Dengan kondisi ini, ketahanan beras nasional diperkirakan mampu bertahan hingga lebih dari 10 bulan ke depan.
Selain beras, sejumlah komoditas lain juga menunjukkan kondisi surplus. Gula konsumsi tercatat memiliki stok 1,81 juta ton dengan kebutuhan 1,18 juta ton, sehingga terdapat kelebihan sekitar 632 ribu ton.
Pada komoditas hortikultura, cabai besar memiliki stok sekitar 452 ribu ton dengan kebutuhan 388 ribu ton, sementara cabai rawit mencatat stok 477 ribu ton dengan kebutuhan 382 ribu ton—keduanya menunjukkan kondisi surplus.
Untuk jagung, ketersediaan mencapai 11,49 juta ton dengan kebutuhan 7,1 juta ton, menghasilkan surplus sekitar 4,35 juta ton.
Di sektor peternakan, stok daging ayam tercatat 2,52 juta ton dengan kebutuhan 1,68 juta ton, sedangkan telur ayam mencapai 3,16 juta ton dengan kebutuhan 2,73 juta ton. Keduanya juga berada dalam kondisi surplus.
Sementara itu, bawang merah memiliki stok 586 ribu ton dengan kebutuhan 533 ribu ton, dan bawang putih 311 ribu ton dengan kebutuhan 296 ribu ton—meski surplusnya relatif tipis.
Untuk daging sapi atau kerbau, stok tercatat sebesar 627 ribu ton dengan kebutuhan 394 ribu ton. Adapun kedelai memiliki ketersediaan 1,48 juta ton dengan kebutuhan 1,14 juta ton.
Secara keseluruhan, pemerintah menilai kondisi ini cukup kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode hari raya.






















