Rahasia Jantung Sehat Bukan Cuma Kolesterol, Kuncinya Ada di Sel Tubuh

Visual ilustrasi mengenai mitokondria sebagai pembangkit energi jantung > ALA, NO, CoQ10, Kreatin, ATP > dukungan dari sayur, buah, olahraga & tidur. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (23/9/2026) - Kesehatan jantung selama ini identik dengan tekanan darah, kolesterol, berat badan, pola makan, dan aktivitas fisik. Padahal, ada peran penting yang sering terlewat, yakni kerja sel di dalam tubuh.
Dikutip dari berita CNN Indonesia, jantung merupakan organ yang membutuhkan energi besar agar dapat bekerja tanpa henti. Energi tersebut dihasilkan mitokondria, struktur kecil di dalam sel yang mengubah zat gizi dari makanan menjadi energi siap pakai.
Peran mitokondria semakin krusial seiring bertambahnya usia. Penurunan fungsinya berkaitan dengan penuaan pembuluh darah atau vascular ageing yang berdampak pada kesehatan kardiovaskular.
Penyakit kardiovaskular masih menjadi tantangan besar di Asia. Mengutip materi edukasi Herbalife, kawasan Asia menyumbang 61,3 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular di dunia. Bebannya bahkan 8,3 persen lebih tinggi dibanding rata-rata global.
Meski angka kematian menurun, beban penyakit justru meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia dan perubahan gaya hidup.
American Heart Association (AHA) mencatat delapan komponen utama untuk menjaga kesehatan kardiovaskular, yakni pola makan sehat, aktivitas fisik, menghindari nikotin, tidur berkualitas, menjaga berat badan, serta mengendalikan glukosa darah, kolesterol, dan tekanan darah.
Kini, penelitian juga menyoroti proses di tingkat seluler.
Mitokondria dan Energi untuk Jantung
Nutrition Education and Training Lead Asia Pasifik Herbalife Vipada Sae-Lao menjelaskan mitokondria ibarat pembangkit listrik di dalam sel. Struktur ini mengubah zat gizi menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.Jantung sangat bergantung pada pasokan tersebut agar dapat berkontraksi, berelaksasi, dan menyesuaikan kerja.
"Kesehatan kardiovaskular yang baik dimulai dari tingkat seluler, yaitu di dalam mitokondria. Penting memahami berbagai nutrisi, baik dari makanan maupun suplementasi khusus, yang dapat membantu mendukung kesehatan jantung pada tingkat seluler," ujar Sae-Lao.
Salah satu senyawa yang diteliti adalah alpha lipoic acid (ALA) yang berperan dalam sistem antioksidan tubuh. ALA bekerja di lingkungan berbasis air maupun lemak dan membantu mendaur ulang vitamin C dan E.ALA terdapat dalam bayam, brokoli, tomat, kubis brussel, hati, dan ginjal. Namun, penyerapan dari makanan belum tentu menghasilkan kadar signifikan dalam darah. Penggunaan suplemen sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Nitric Oxide dan Aliran Darah
Senyawa lain adalah nitric oxide (NO) atau oksida nitrat. NO membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga aliran darah lebih lancar. Senyawa ini juga berperan dalam pengaturan peradangan dan pembentukan bekuan darah.
Produksi NO dapat menurun seiring usia, pola makan buruk, dan kurang aktivitas fisik. Olahraga rutin dapat meningkatkan produksinya. Dari makanan, nitrat dalam bayam, bit, dan kubis brussel dapat diubah tubuh menjadi NO.Jeruk dan delima membantu mempertahankan NO setelah diproduksi. Sementara ikan dan kacang-kacangan mengandung arginin, bahan pembentuk NO, serta lemak sehat omega-3.
Kreatin sebagai Cadangan Energi
Kreatin berperan dalam sistem energi otot, termasuk otot jantung. Senyawa ini menjaga ketersediaan adenosine triphosphate (ATP), sumber energi sel jantung pada setiap denyut.
Sejumlah penelitian menunjukkan kreatin berpotensi mendukung fungsi mitokondria. Kreatin dapat diperoleh dari daging merah dan ikan, selain diproduksi alami oleh tubuh. Penggunaan suplemen tidak dapat disamaratakan dan perlu konsultasi medis, terutama bagi pemilik kondisi kesehatan tertentu.
CoQ10 untuk Produksi Energi
Koenzim Q10 atau CoQ10 juga berkaitan dengan produksi energi sel. Konsentrasinya tinggi di jantung karena organ tersebut membutuhkan energi terus-menerus.
CoQ10 memiliki fungsi antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Senyawa ini terdapat dalam daging, ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati.
Tubuh mampu memproduksi CoQ10 secara alami, tetapi produksinya menurun seiring usia.Meski berbagai zat tersebut berperan dalam proses seluler, kesehatan jantung tidak bisa hanya bergantung pada satu nutrisi atau suplemen.
"Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular," kata Sae-Lao.
Menurut dia, ALA, NO, kreatin, dan CoQ10 dapat menjadi dukungan tambahan bagi sistem energi jantung. Namun, sebagian besar kebutuhan tubuh tetap dapat dipenuhi melalui pola makan sehari-hari.
"Ketika asupan makanan belum mencukupi, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai suplementasi khusus dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut," ujarnya.(hm02)






































