Dinkes Sumut Libatkan PERSI dan Pakar Dalami Dugaan Malapraktik RS Efarina Etaham

Dinas Kesehatan Sumut libatkan pakar dalami dugaan malapraktik di RS Efarina Etaham Pematangsiantar (foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) melibatkan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumut dan sejumlah pakar untuk mendalami dugaan malapraktik di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham Siantar yang menyebabkan seorang pasien meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr Silvy A Hasibuan, Sp.KJ, MKM, FISQua. Ia mengatakan tim Dinkes Sumut telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan pihak rumah sakit.
"Kita sudah ada terima surat dan kita turunkan tim ke lapangan untuk konfirmasi maupun koordinasi dengan rumah sakit terkait jawabannya," ujarnya kepada Mistar, Selasa (22/9/2026).
Silvy mengatakan, pendalaman kasus tersebut tidak hanya dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan, tetapi juga melalui pemeriksaan terhadap regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.
Dinkes Sumut, lanjutnya, berkolaborasi dengan PERSI Wilayah Sumut untuk melakukan audit klinis dan medis guna mengetahui secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus tersebut.
"Kita periksa juga Standar Operasional Prosedur (SOP) di rumah sakit. Kolaborasi dengan PERSI juga untuk dilakukan audit klinisnya dan medis tentang apa sih yang sebenarnya terjadi," ucapnya.
Selain PERSI, Dinkes Sumut juga berencana melibatkan sejumlah pakar, di antaranya Satgas Mutu Dinkes Sumut dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumut, serta pakar lainnya sesuai kebutuhan pemeriksaan.
"Guna pakar nanti untuk membahas SDM dari IDI Sumut, kemudian jika perlu pakar tentang medis artinya tentang ilmu khusus fisiologis tubuh manusia. Jadi bukan sembarang orang yang dilibatkan," tuturnya.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa itu menegaskan, proses pendalaman perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak semua hal dapat langsung diasumsikan, termasuk mengenai obat-obatan yang diduga dapat menyebabkan pasien meninggal dunia.
Ia berharap seluruh pihak ke depannya mengedepankan keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)










































