Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pelaku Usaha Parapat Diajak Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar dan Tarik Wisatawan

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 19.46 WIB
pelaku_usaha_parapat_diajak_manfaatkan_ai_untuk_perluas_pasar_dan_tarik_wisatawan

Kegiatan pelatihan AI for Business Development di Balai Harungguan Bolon, Conventry Hall, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. (foto: Indra/mistar)

Simalungun, MISTAR.ID (26/10/2026) – Pelaku usaha di Parapat, Kabupaten Simalungun, diminta tidak terpaku pada pasar yang sudah ada. Perusahaan swasta hingga wisatawan mancanegara dinilai bisa menjadi sasaran baru, asalkan pelaku usaha mampu memperkenalkan produk dan layanan mereka dengan cara yang menarik.

Founder Viralin, Eka Darma Putra, menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam kegiatan Creative Technology Future Talents di Balai Harungguan Bolon, Conventry Hall, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan bertema AI for Business Development itu diikuti sekitar 100 pelaku ekonomi kreatif. Mereka mendapat materi tentang penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat konten promosi dan memasarkan produk.

Dalam sesi diskusi, seorang peserta menanyakan cara menarik lebih banyak wisatawan ke Parapat. Eka menyarankan pelaku usaha mulai membidik kelompok pelanggan lain, tidak hanya mengandalkan rombongan dari instansi pemerintahan.

"Misalnya saat ini pelanggan yang banyak datang dari pemerintahan, mungkin bisa dilirik dari sektor lain seperti perusahaan. Bisa juga kerja sama dengan travel yang membawa wisatawan dari mancanegara," ujarnya.

Menurut Eka, pelaku usaha perlu memikirkan isi konten sebelum mengunggahnya ke media sosial. Foto dan video produk saja belum tentu membuat orang tertarik membeli atau datang berkunjung. Ada cerita dan keunggulan yang perlu ditonjolkan.

Ia juga mengingatkan bahwa membuat konten tidak selalu langsung mendatangkan hasil. Sebuah usaha mungkin harus mengunggah puluhan konten sebelum salah satunya mendapat perhatian luas.

"Konten yang bagus harus terus diproduksi. Bahkan ada yang sudah membuat 50 konten belum viral, kemudian ada satu yang viral. Biasanya produk lain akan berdampak juga," katanya.

Pertanyaan lain datang dari Margaret, peserta kegiatan, yang ingin mengetahui ukuran sebuah konten bisa disebut viral. Eka menyebut jumlah penonton sebagai salah satu indikator, tetapi menurutnya yang lebih penting adalah memahami apa yang membuat orang tertarik menyaksikan dan membagikan konten tersebut.

Penggunaan AI, lanjutnya, juga tidak menjamin semua hasil promosi akan sama. Pelaku usaha tetap harus menentukan sudut pandang yang tepat agar produk mereka punya ciri khas.

"Pertama harus cari angle, jadi kita harus mengikat ceritanya. Walaupun prompt-nya di AI sama, hasilnya sudah pasti berbeda," ucapnya.

Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Kreativitas Teknologi Kemenparekraf, Hario Bismo Kuntarto, mengatakan AI dapat membantu pelaku usaha mencari ide, membuat materi promosi, hingga memahami kebutuhan konsumen.

Ia menilai potensi Simalungun, mulai dari kuliner, budaya, produk lokal, hingga objek wisata, dapat menjadi bahan promosi yang menjangkau pasar lebih luas.

Meski demikian, Hario mengingatkan agar pelaku usaha tidak menyerahkan seluruh proses kepada teknologi. Hasil yang dibuat AI tetap perlu diperiksa sebelum digunakan.

"AI dapat membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi manusialah yang harus memastikan bahwa pekerjaan itu benar, bermanfaat, dan bertanggung jawab," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Dian Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan pemanfaatan AI dalam pengembangan usaha.

Ia berharap para peserta bisa menerapkan materi yang diperoleh untuk membuat promosi, mengembangkan ide produk, dan meningkatkan penjualan.

"Sekarang zaman sudah canggih. AI membuat orang lebih cepat berpikir dan mengerjakan hal-hal manual. Penyampaiannya juga bisa lebih luas, termasuk dalam pemasaran," ujar Dian. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN