Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Mendiktisaintek Siapkan Kurikulum Ekonomi Kreatif di Kampus, Kompetisi Digelar 2027

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 15.21 WIB
mendiktisaintek_siapkan_kurikulum_ekonomi_kreatif_di_kampus_kompetisi_digelar_2027_

Mendiktisaintek Brian Yuliarto. (foto: detik/mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, berencana memasukkan materi ekonomi kreatif ke dalam kurikulum perguruan tinggi. Materi tersebut akan menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang dapat diikuti mahasiswa dari berbagai bidang studi, baik sains dan teknologi maupun non-STEM.

Rencana itu disampaikan Brian dalam Puncak Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026, akhir pekan kemarin. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

“Kita akan memasukkan ekonomi kreatif ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita,” ujar Brian dikutip dari laman resmi Kemdiktisaintek, Selasa (27/10/2026).

Menurut Brian, penguatan ekonomi kreatif di lingkungan perguruan tinggi menjadi upaya untuk menghubungkan ide-ide kreatif mahasiswa dengan kemampuan sains dan teknologi. Perpaduan keduanya dinilai dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan ekonomi kreatif merupakan dua aspek penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif,” kata Brian.

Dalam kesempatan tersebut, Brian juga mengapresiasi inisiatif Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kampus yang telah hadir di lebih dari 20 perguruan tinggi.

Menurutnya, gerakan tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas secara lebih terarah, sekaligus memperkuat keterkaitan antara ide kreatif dan penguasaan teknologi.

“Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi,” ujarnya.

Selain menyiapkan materi ekonomi kreatif dalam kurikulum perguruan tinggi, Brian mengungkapkan rencana penyelenggaraan kompetisi ekonomi kreatif antarmahasiswa pada 2027.

Ajang tersebut dirancang sebagai sarana untuk menampilkan karya inovatif mahasiswa sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ide menjadi produk atau karya yang memiliki daya saing.

Brian optimistis Indonesia memiliki potensi melahirkan karya kreatif yang mampu bersaing di pasar internasional. Ia mencontohkan industri hiburan global, termasuk karya-karya Pixar dan BTS, sebagai gambaran bagaimana kreativitas dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi.

“Jadi, semoga kita akan segera melihat munculnya karya-karya besar anak bangsa karena ekonomi kreatif ini,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN