Inflasi Bulanan Pematangsiantar Capai 0,31 Persen, BI Terapkan Strategi 4K

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mencatat inflasi bulanan sebesar 0,31 persen, Jumat (7/8/2026). Inflasi ini berimbas ke inflasi tahunan yang naik ke angka 4,76 persen.
Menanggapi inflasi, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan pihaknya telah menerapkan strategi 4K harga terjangkau, stok aman, distribusi lancar, dan komunikasi ke masyarakat.
“Pemerintah juga bergerak cepat lewat Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi, sampai memperkuat jaringan Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (Toppis) di banyak titik pemantauan harga,” tuturnya.
Dilanjutkannya, Early Warning System (EWS) terus diperbaiki biar lonjakan harga terutama beras dan cabai rawit bisa cepat dideteksi.
“Soalnya, dua komoditas ini sensitif dan gampang banget bergejolak,” ucapnya.
Tidak sampai di situ, program yang terus dijalankan untuk menekan angka inflasi dengan Kerja Sama Antardaerah (KAD).
“Fungsinya untuk memperlancar pasokan. Selama Juli 2026, BI ikut kawal KAD antara Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Langkat, Simalungun dan Kabupaten Deli Serdang,” tuturnya.
Inisiasi penjajakan KAD antara Simalungun dan Pematangsiantar pun kini tengah dimatangkan.
“Dengan begini, kalau satu wilayah kelebihan pasokan, distribusinya bisa segera dialirkan ke daerah yang kekurangan. Jadi, nggak buang-buang waktu ataupun biaya,” ucapnya.
“Tantangan ke depan sih masih banyak mulai dari cuaca ekstrem sampai gejolak global yang tidak bisa ditebak kapan mampir. Tapi, Ahmadi yakin, kunci utamanya masih sinergi antarsemua pihak BI, pemda, Bulog, sama pelaku rantai pasok supaya daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi daerah nggak gampang oleng,” ujarnya.[]






















