Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Inflasi Bulanan di Pematangsiantar 0,31 Persen, BPS: Pangan Penyumbang Utama

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 11.41 WIB
inflasi_bulanan_di_pematangsiantar_031_persen_bps_pangan_penyumbang_utama

Pedagang beras di Pasar Horas, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mencatat inflasi bulanan sebesar 0,31 persen yang dipicu kenaikan harga bahan pangan pokok di tengah meningkatnya pengeluaran masyarakat menjelang tahun ajaran baru.

Humas BPS Kota Pematangsiantar, Dedi Saragi, mengatakan komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi.

“Beras jadi penyumbang terbesar inflasi Juli dan naik 0,09 persen. Setelah itu, ada cabai rawit dan daging ayam ras, yang masing-masing menyumbang 0,07 persen,” ucap Dedi, Rabu (5/8/2026).

Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juli 2026, harga beras sudah naik 3,24 persen di Pematangsiantar.

“Kenaikan secara bulanan pada Juli sebesar 0,09 persen. Angka ini masih lebih rendah dibanding rekor tertingginya tahun lalu, yang sempat menyentuh 0,18 persen,” ucapnya.

Berbeda dengan cabai rawit sama daging ayam ras. Walau selama Juli menjadi penyebab inflasi, secara tahunan harganya justru masih turun.

Sampai Juli 2026, cabai rawit deflasi 26,04 persen dan daging ayam ras deflasi 16,14 persen.

Di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, beberapa komoditas malah turun dan sedikit menahan laju inflasi. Emas perhiasan jadi penahan utama karena deflasi sampai 0,12 persen. Lalu, ada bawang merah, jeruk, ikan tongkol, dan cabai merah yang juga turun meski nilainya kecil.

“Bawang merah misalnya, secara bulanan deflasi 0,07 persen, dan kalau dihitung sejak awal tahun, sudah deflasi sampai 15,46 persen,” kata Dedi.

Secara total, inflasi tahunan (year-on-year) Pematangsiantar per Juli 2026 mencapai 4,76 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih jadi penggerak utama inflasi bulanan dengan kontribusi 0,23 persen. Di kelompok ini, penyumbang terbesar termasuk beras, cabai rawit, daging ayam, tomat, kangkung, bayam, sawi hijau, ikan kembung, kerang, gula pasir, sampai kerupuk siap makan. Di luar pangan, bensin dan sepeda motor juga ikut pengaruh.

“Kalau lihat inflasi tahunan, kelompok tersebut ditambah emas perhiasan, minyak goreng, rokok SKM, biaya sekolah SMA, bensin, dan tarif pengajian masih memberi andil besar atau sampai 2,14 persen,” tuturnya. (Abdi)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN