Harga Pakan Naik, Daging Ayam Diproyeksi jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Agustus 2026

Pedagang ayam potong di Pasar Petisah. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (23/8/2026) – Kenaikan harga daging ayam potong diprediksi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Agustus 2026, baik di tingkat nasional maupun di Sumatera Utara (Sumut).
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai kenaikan harga ayam lebih dipicu oleh lonjakan biaya produksi, bukan karena tingginya permintaan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata daging ayam di Sumut sepekan terakhir terus naik.
"Pada 17 Agustus lalu, rata-rata harga berada di Rp48.550 per kilogram (kg). Saat ini naik menjadi Rp52.400 per kg," kata Gunawan kepada Mistar, Minggu (23/8/2026).
Gunawan mencontohkan, seorang pedagang yang sebelumnya menjual daging ayam Rp28.000 per kg saat libur panjang sekolah, kini harus menjual Rp42.000 per kg.
Bahkan, data PIHPS akhir pekan sebelumnya mencatat harga tertinggi di Sumut mencapai Rp69.000 per kg di Gunung Sitoli, Nias.
Menurut Gunawan, anomali harga ini bukan karena lonjakan permintaan masyarakat. "Faktor pemicu utamanya adalah kenaikan harga pakan ternak hingga Rp500 per kg dalam sebulan terakhir," ujarnya.
Efek Domino Rupiah LemahKondisi ini dipengaruhi harga jagung yang bertahan di atas Rp6.000 per kg, meskipun pasokan melimpah karena musim panen.
Situasi tersebut berbeda dengan dua tahun terakhir. Pada musim panen raya, harga jagung biasanya turun hingga Rp4.700 per kg.
"Tingginya harga pakan merupakan efek domino dari melemahnya nilai tukar rupiah. Akibatnya, biaya input produksi peternak membengkak secara signifikan," kata Gunawan.
Sebagai respons, para peternak terpaksa menekan pasokan dengan mengurangi jumlah ayam hidup yang dijual ke pasar.
"Dari sisi permintaan, serapan tertinggi daging ayam segar masih didominasi kebutuhan rumah tangga. Sisanya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pelaku usaha kuliner," tuturnya.
Dengan biaya produksi tinggi, pasokan tertahan, dan permintaan yang tetap, Gunawan meyakini daging ayam akan memberi kontribusi besar terhadap inflasi Agustus ini. (Amita/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
HNI Festival 2026 Buka Akses 20 UMKM ke Pasar Lebar






















