Sunday, August 9, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BPS Catat Penduduk Miskin Sumut Turun Jadi 1,11 Juta Jiwa pada Maret 2026

Mistar.idMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB
bps_catat_penduduk_miskin_sumut_turun_jadi_111_juta_jiwa_pada_maret_2026

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (9/8/2026) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat penduduk miskin pada Maret 2026 berjumlah 1.110,37 ribu jiwa atau setara dengan 7,10 persen dari total keseluruhan penduduk di Sumut.

Statistik Ahli Utama, Misfaruddin, mengatakan tingkat kemiskinan di Sumut cenderung menurun sejak periode Maret 2015 hingga Maret 2026.

"Periode Maret 2015 hingga Maret 2026, tingkat kemiskinan di Sumut menurun dan terbagi dalam dua fase utama. Pertama, Maret hingga September 2015 sempat naik, tapi mengalami penurunan di Maret 2016 hingga 2019," ujar Misfaruddin, Minggu (9/8/2026).

Fase pertama yang mengalami kenaikan ini dipicu lonjakan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kemudian, fase kedua pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19 membuat jumlah dan persentase penduduk miskin melonjak hingga September 2020.

"Keadaan berangsur pulih sejak Maret 2021 dengan menurunnya jumlah penduduk miskin hingga kembali ke titik sebelum pandemi. Penurunan berlanjut hingga Maret 2026 meski sempat mengalami sedikit kenaikan pada Maret 2025," ucapnya.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 17,7 ribu jiwa atau setara 0,14 persen poin jika dibandingkan dengan periode September 2025.

Jika dibandingkan dengan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang 30 ribu jiwa atau turun sebesar 0,26 persen poin.

Wilayah pedesaan menjadi penyumbang terbesar penurunan ini. Periode September 2025 hingga Maret 2026, jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 3,8 ribu jiwa, sedangkan di pedesaan mencapai 13,9 ribu jiwa.

Kemudian, untuk garis kemiskinan di Sumut pada Maret 2026 sebesar Rp743.301 per kapita per bulan. Angka tersebut terdiri atas garis kemiskinan perkotaan sebesar Rp783.980 per kapita per bulan dan pedesaan Rp690.747.

Komoditas makanan memegang peranan besar terhadap pembentukan garis kemiskinan, mencapai 77,02 persen, di mana beras menjadi salah satu penyumbang terbesar di perkotaan dan pedesaan.

Misfaruddin menambahkan, penurunan tingkat kemiskinan didukung sejumlah indikator makroekonomi yang positif, di antaranya laju pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 yang menguat di 4,98 persen secara tahunan, serta penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 menjadi 5,01 persen. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN