Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Di Tengah Krisis Kepercayaan Global, Indonesia Aktif Mendorong Multilateralisme di PBB

Mistar.idRabu, 23 September 2026 pukul 11.15 WIB
di_tengah_krisis_kepercayaan_global_indonesia_aktif_mendorong_multilateralisme_di_pbb_

Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kanan) selaku Ketua Delegasi Indonesia pada pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB (SMU PBB) ke-81 di Markas Besar PBB, New York, Selasa (22/9/2026). (Foto: Antara/HO-Kemlu)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (23/9/2026) - Indonesia menegaskan komitmen pada diplomasi multilateral melalui kehadiran Menteri Luar Negeri Sugiono pada pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB (SMU PBB) Ke-81 di Markas Besar PBB, New York, Selasa (22/9/2026).

"Partisipasi Menlu RI dalam High-Level Week SMU PBB Ke-81 menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam diplomasi multilateral serta memastikan kepentingan dan prioritas Indonesia tercermin dalam pembahasan agenda global," kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Debat Umum SMU PBB Ke-81 dipimpin Presiden Majelis Umum PBB Khalilur Rahman dari Bangladesh dengan tema "Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All".

Tema tersebut menekankan pemulihan kepercayaan terhadap multilateralisme dan kemampuan PBB merespons tantangan global secara efektif.

Dalam pidato debat umum terakhirnya sebagai Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyoroti perubahan lanskap kekuatan global di tengah konflik, ketimpangan, perubahan iklim, dan perkembangan kecerdasan artifisial.

Ia menegaskan masa depan ditentukan oleh kemampuan manusia mengelola kekuasaan secara bijaksana. Karena itu, multilateralisme dan hukum internasional menjadi kunci agar kekuasaan dijalankan berdasarkan aturan bersama.

Presiden Majelis Umum PBB Khalilur Rahman menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan terhadap PBB melalui reformasi dan tindakan nyata. PBB tetap tidak tergantikan, tetapi harus membuktikan mampu bekerja dan memberi hasil bagi masyarakat dunia.

Selain Debat Umum, rangkaian High-Level Week SMU PBB Ke-81 mencakup pertemuan tingkat tinggi mengenai hak atas pembangunan, aksi iklim dan transisi berkeadilan, kenaikan permukaan laut, kesiapsiagaan dan respons pandemi, pemberantasan rasisme, serta penghapusan senjata nuklir.

Dalam forum tersebut, Indonesia membawa sejumlah prioritas. Mulai dari mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik, khususnya untuk Palestina, memperkuat peran sebagai penjembatani kepentingan, mendorong reformasi PBB dan penguatan suara Global South, hingga menyampaikan capaian pembangunan nasional.

Indonesia juga menegaskan pentingnya multilateralisme yang lebih kuat, inklusif, dan efektif serta kerja sama internasional yang menghasilkan solusi konkret atas tantangan bersama.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN