Saturday, August 15, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tak Sekadar Lomba, Festival Permainan Tradisional Medan Jadi Ajang Belajar Anak

Mistar.idSabtu, 15 Agustus 2026 pukul 17.27 WIB
tak_sekadar_lomba_festival_permainan_tradisional_medan_jadi_ajang_belajar_anak

Para siswa mengikuti lomba permainan tradisional di Taman Budaya Kota Medan. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Medan mendapatkan sambutan hangat dari para peserta termasuk kepala sekolah yang mendampingi.

Mereka menilai ajang yang merupakan salah satu rangkaian menuju peringatan HUT ke-81 RI ini sebagai sarana positif untuk mengembangkan potensi serta melestarikan budaya sejak dini.

Kepala Sekolah TK Mahanaim Kids Medan, Ernita Manurung yang turut mendampingi dua siswanya mengikuti lomba mewarnai mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat baik untuk menggali potensi, menumbuhkan keberanian tampil serta melatih tanggung jawab pada anak. “Sebenarnya kegiatan ini jangan kita anggap untuk mencari menang, tapi anak berani tampil dan juga belajar bertanggung jawab,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Ernita juga berharap agar festival serupa dapat terus dilakukan rutin setiap tahunnya untuk membantu perkembangan kemampuan anak. “Kalau saya sendiri memang anak saya sebelum lomba memang saya latih. Kebetulan saya dulu juga pernah belajar mewarnai, makanya saya kasih pengarahan yang sedikit lebih berbeda dari anak lain sepertinya,” tutur Ernita.

Semangat yang sama dirasakan para pelajar tingkat SMP, Sofi dan Aira. Dua siswi kelas IX asal SMP IT Arisa, Kecamatan Medan Deli itu hadir bersama tujuh orang kontingen sekolahnya. Keduanya mengaku sangat menikmati jalannya perlombaan seperti pecah piring, katapel, bolak-balik balok hingga memasukkan paku ke dalam botol.

“Seru sekali. Ini juga baru pertama kali ikut lomba di luar. Jadi seperti first experience gitu buat kami,” kata Sofi yang berusia 14 tahun tersebut.

“Kami pernah main beberapa permainan tradisional, tapi waktu dulu masih kecil. Makin ke sini makin jarang main permainan tradisional lagi,” ujar Aira menambahkan.

Meski sempat mengalami kekalahan di beberapa cabang seperti pecah piring dan bolak-balik balok, tim dari SMP IT Arisa berhasil mengejar kemenangan pada cabang perlombaan katapel dan memasukkan paku ke dalam botol.

Keduanya berharap festival permainan tradisional seperti ini dapat terus dilestarikan dan diadopsi sebagai agenda tahunan, agar generasi muda bisa terus mencoba hal baru, berkenalan dengan siswa dari sekolah lainnya sekaligus menjaga kelestarian permainan tradisional.

Siswa lainnya bernama Calvin Rafael juga mengaku senang karena ikut terlibat dalam festival antar pelajar di Kota Medan tersebut. Meski jarang memainkan permainan tradisional, tapi Calvin berhasil unggul dari lawannya pada cabang lomba katapel.

“Kalau permainan tradisional yang sering saya mainkan itu pecah piring. Tapi alhamdulilah saya menang di kategori katapel. Saya sangat senang,” kata siswa SMPN 41 Medan itu tersipu malu.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN