Semarak HUT RI, 650 Pelajar di Medan Ikuti Festival Permainan Tradisional

Beberapa perlombaan yang dilakukan pada Festival permainan rakyat dan olahraga tradisional 2026. (foto: susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Medan menggelar kegiatan dan permainan tradisional untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Kota Medan ini melombakan sejumlah permainan tradisional mulai dari guli, ketapel, main tali (yeye), bolak balik balok hingga pecah piring.
Festival permainan rakyat dan olahraga tradisional ini diikuti 650 peserta yang berasal dari jenjang PAUD hingga tingkat SMP. Kegiatan juga ditujukan untuk mengalihkan anak-anak dari ketergantungan gawai, lewat pelestarian warisan budaya.
Kepala Disdikbud Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, mengatakan perlombaan tradisional ini sengaja dihadirkan agar warisan budaya tidak tergerus oleh perkembangan era digital.
“Tujuannya supaya warisan budaya kita tidak hilang. Karena di masa digital ini, anak-anak cenderung menggunakan gadget untuk bermain. Sementara masa kita dulu, bentuk-bentuk permainan tradisional itu seperti yang tadi disebutkan,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperluas interaksi sosial. “Kalau gadget kan berbentuk individual, kalau permainan di sini saling bersilaturahmi, bekerja sama sehingga menciptakan budaya-budaya kita yang telah lalu,” ucapnya.
Tak hanya itu, Disdikbud Kota Medan juga akan menggelar kegiatan berbalas pantun di Taman Cadika Medan, minggu depan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bagian dari perayaan hari kemerdekaan RI.
“Ini kita lakukan rutin per tahunnya dan sudah beberapa tahun ini berjalan. Jadi perlombaan tidak hanya perlombaan seperti yang tadi disebutkan, tapi setiap tahun itu berganti, agar permainan tradisional yang lainnya juga dikenal oleh anak-anak kita," ujar Barli.
Ketua KPOTI Kota Medan, Masnur Lukito, menjelaskan festival tahun ini mengusung format 8+1 kegiatan yang melibatkan 100 anak PAUD, kemudian siswa SD dari 20 kecamatan serta 32 SMP yang ada di Kota Medan.
Rangkaian lomba tingkat SD mencakup guli, karet yeye, bolak-balik balok dan ketapel. Sedangkan tingkat SMP melombakan permainan pecah piring, congklak dan guli paku.
“Jadi plus satunya tadi adalah PAUD. Sebanyak 100 siswa PAUD tadi sudah mengikuti lomba mewarnai merah putih,” kata pria yang akrab disapa Bang Luki itu.
Permainan disebut akan terus berlanjut ke perempat final, semifinal hingga final dan memunculkan pemenang dari berbagai kategori lomba.






















