Friday, August 14, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Empat Faktor yang Bikin Karyawan Betah Bekerja, Tak Cuma Soal Gaji

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB
empat_faktor_yang_bikin_karyawan_betah_bekerja_tak_cuma_soal_gaji_

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Besaran gaji kerap dianggap sebagai alasan utama seseorang memilih bertahan di sebuah perusahaan. Namun, faktor finansial ternyata bukan satu-satunya hal yang menentukan kenyamanan dan kebahagiaan karyawan di tempat kerja.

Riset Jobstreet by SEEK melalui laporan Workplace Happiness Index yang dirilis Januari 2026 menunjukkan, hubungan positif dengan rekan kerja menjadi salah satu faktor penting yang membuat pekerja merasa bahagia.

Di tengah tekanan dan tuntutan pekerjaan, lingkungan yang suportif dapat membantu karyawan menghadapi beban kerja sekaligus menjaga produktivitas.

Selain hubungan dengan rekan kerja, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan serta perasaan bahwa pekerjaan memiliki tujuan juga turut memengaruhi kebahagiaan.

Lantas, apa saja yang membuat karyawan merasa nyaman dan memilih bertahan di tempat kerja?

1. Memiliki Rekan Kerja yang Suportif

Hubungan dengan rekan kerja bukan sekadar soal memiliki teman untuk berbincang atau makan bersama. Dalam situasi tertentu, dukungan dari orang-orang di lingkungan kerja dapat menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi tekanan pekerjaan.

Jobstreet mencatat 77 persen pekerja di Indonesia menilai rekan kerja atau tim yang saling mendukung sebagai salah satu faktor utama kebahagiaan di tempat kerja.

Dukungan tersebut dapat membantu karyawan menghadapi stres, mengurangi risiko kelelahan akibat pekerjaan atau burnout, sekaligus menekan keinginan untuk meninggalkan perusahaan.

Di sisi lain, 54 persen responden tetap menganggap gaji yang lebih tinggi sebagai daya tarik penting. Artinya, kompensasi tetap memiliki peran besar, tetapi hubungan sosial yang sehat juga menjadi faktor yang membuat karyawan nyaman dalam jangka panjang.

2. Lingkungan Kerja yang Nyaman

Kenyamanan bekerja tidak hanya ditentukan oleh hubungan antarrekan. Kondisi fisik dan atmosfer kantor juga dapat memengaruhi pengalaman karyawan selama bekerja.

Sebanyak 76 persen responden dalam penelitian tersebut menilai lokasi serta suasana kantor yang kondusif berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman untuk bekerja sama.

Lingkungan yang nyaman dapat membuat komunikasi antarkaryawan lebih terbuka. Pertukaran gagasan pun menjadi lebih mudah, sementara persoalan yang muncul dapat dibicarakan dan diselesaikan secara bersama-sama.

Kondisi seperti ini juga memberikan ruang bagi karyawan untuk menyampaikan kritik maupun saran tanpa khawatir perbedaan pendapat berkembang menjadi persoalan personal.

3. Pekerjaan Terasa Bermakna

Bagi sebagian pekerja, pekerjaan bukan hanya sarana memperoleh penghasilan. Ada kebutuhan untuk melihat bahwa aktivitas yang dilakukan setiap hari memberikan manfaat atau memiliki tujuan yang jelas.

Sebanyak 75 persen responden Jobstreet menyebut perasaan bahwa pekerjaan mereka memiliki makna atau purpose sebagai salah satu sumber kebahagiaan di tempat kerja.

Rasa memiliki terhadap tujuan bersama juga dapat tumbuh ketika hubungan dalam tim terjalin dengan baik. Target perusahaan yang sebelumnya hanya terlihat sebagai angka dapat terasa lebih berarti ketika karyawan memahami kontribusi mereka terhadap tujuan yang lebih besar.

4. Merasa Aman untuk Menyampaikan Pendapat

Faktor lainnya adalah psychological safety atau rasa aman secara psikologis. Konsep ini menggambarkan kondisi ketika karyawan merasa dapat menyampaikan pendapat, mengajukan ide, maupun mengakui kesalahan tanpa takut dipermalukan atau mendapat perlakuan negatif.

Ketika rasa aman tersebut terbentuk, karyawan cenderung lebih berani menyampaikan gagasan dan mencoba cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan. Mereka juga lebih terbuka untuk mengambil risiko yang telah diperhitungkan.

Budaya seperti ini dapat mendorong munculnya inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi, terutama ketika perusahaan menghadapi perubahan atau tantangan.

Gaji Penting, Tapi Bukan Satu-satunya

Hasil riset Jobstreet menunjukkan bahwa kompensasi tetap menjadi faktor penting, terutama dalam menarik calon pekerja. Namun, mempertahankan karyawan dalam jangka panjang membutuhkan lebih dari sekadar gaji yang kompetitif.

Hubungan kerja yang sehat, lingkungan yang nyaman, pekerjaan yang memiliki tujuan, serta rasa aman untuk berkembang menjadi bagian penting dari pengalaman karyawan.

Karena itu, perusahaan perlu membangun budaya kerja yang terbuka dan inklusif, sekaligus menyediakan ruang bagi karyawan untuk berkolaborasi dan menyampaikan pendapat.

Lingkungan seperti ini bukan hanya berpotensi meningkatkan kebahagiaan pekerja, tetapi juga dapat mendukung produktivitas dan membantu perusahaan mempertahankan talenta di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN