SPPG Bandar Durian Serap 1,5 Ton Semangka dari Petani Lokal

SPPG Bandar Durian menyerap 1,5 ton semangka petani lokal. (Foto: Dokumentasi BGN Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandar Durian 02 bersama jejaring SPPG di Kecamatan Aek Natas memborong semangka segar dari perkebunan warga Desa Simonis.
Kepala SPPG Bandar Durian 02, Dicky Sukma Salam Simatupang, mengatakan penyerapan hasil perkebunan warga yang mencapai lebih dari 1,5 ton semangka itu merupakan implementasi dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan ekonomi masyarakat bawah.
“Jadi tidak sekadar kejar target pemenuhan gizi, kita juga memastikan agar hadirnya SPPG dirasakan langsung oleh masyarakat tani lokal dengan harga yang layak. Penyerapan ini memberikan kepastian pasar yang dibutuhkan para petani,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Hal senada juga disampaikan Bendahara Yayasan Nusa Bakti Labura, Joang Alfiansyah Munthe. Ia menekankan bahwa keberlanjutan kemitraan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, keberadaan SPPG tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan gizi para penerima manfaat, tetapi juga harus bisa menjadi penggerak ekonomi warga.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kerja sama ini. Kami akan terus memfasilitasi, mendampingi, dan mengawal kemitraan ini,” tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan memastikan hasil jerih payah petani memiliki pasar yang pasti, terintegrasi, dan dihargai dengan adil.
Koordinator Wilayah (Korwil), Sartika Khairani Siregar, juga turut memastikan penyerapan seluruh komoditas sudah melalui pemilahan ketat demi menjamin buah segar dan bergizi sampai kepada anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Terpisah, Kepala Regional BGN Sumut, T. Agung Kurniawan, mengatakan kerja sama dengan masyarakat lokal ini membawa angin segar bagi para petani untuk menambah budidaya tanaman lainnya.
“Langkah ini jadi bentuk nyata ekonomi rakyat ikut tumbuh seiring berjalannya program gizi nasional. Masyarakat juga bisa menambah tanaman lain, gak fokus ke satu jenis saja yang selama ini lebih didominasi kelapa sawit,” ujarnya. (hm25)






















