SPPG di Sumut Melonjak, Akademisi Soroti Dampaknya terhadap Harga Cabai di Siantar

Akademisi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M Nainggolan. (Foto: Dok. Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Harga cabai dan sayuran di Pasar Dwikora, Pematangsiantar, masih menunjukkan tren kenaikan sejak Juli hingga hari ini, Rabu (12/8/2026).
Akademisi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M Nainggolan, mengatakan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama.
"Tak hanya karena cuaca, rantai pasokan juga macet yang akhirnya membuat harga makin tak jelas arahnya," ujarnya kepada Mistar.
Sejak Juli, permintaan sayur dan cabai cukup tinggi seiring tahun ajaran baru. Banyak orang tua yang harus belanja lebih karena anak-anak masuk sekolah lagi.
"Polanya enggak berubah dari tahun ke tahun. Data lama menunjukkan inflasi di Siantar mulai naik dari Juni, terus puncaknya di Agustus. Melandai kembali di September," ucapnya.
Mengenai hubungan antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan naiknya harga bahan pokok, Raja belum menemukan data yang kuat.
Hanya saja, khusus di Sumatera Utara (Sumut), disebutkannya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat dari 165 menjadi 1.512 titik.
“Kalau melihat data SPPG yang dari ratusan menjadi ribuan, secara teori pasti permintaan tiba-tiba meningkat. Sementara pasokan di lapangan tidak bertambah. Jadi, harga makin naik,” kata Raja.
"Kalau pemerintah daerah masih adem ayem dan enggak cepat ambil tindakan, daya beli masyarakat pasti terpukul. Pedagang di pasar pun serba salah mau naikin harga, takut makin sepi. Tapi, kalau ditahan, untung malah semakin tipis," tuturnya.
Pengawasan harga pangan pokok sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah. Lewat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pengawasan harus langsung ke petani, ke pengepul, sampai ke stok nyata di pasar.
"Kalau lonjakan harga tak terbendung, sudah saatnya Bulog dan BUMD turun tangan dengan cadangan pangan dan pasar murah sebagai pelindung terakhir," ujarnya.[]
PREVIOUS ARTICLE
Menjaga Setiap Rupiah Dana BOS, Bank Sumut dan Disdik Dorong Tata Kelola Sekolah Berbasis Digital


















