Monday, September 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Hari Ini Dekati Rp18.000, Tinggal Rp69 Lagi!

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 08.08 WIB
rupiah_hari_ini_dekati_rp18000_tinggal_rp69_lagi

Rupiah Hari Ini Dekati Rp18.000, Tinggal Rp69 Lagi! (foto ilustrasi:NanoBanana2/tangkapan layar google/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (28/9/2026) — Rupiah hari ini, Senin 28 September 2026, bergerak semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada pukul 07.30 WIB, rupiah berada di sekitar Rp17.930,79/US$, atau melemah sekitar Rp27,79 dibandingkan penutupan Jumat (25/9/2026) di Rp17.903/US$.

Dengan posisi tersebut, rupiah kini hanya berjarak Rp69,21 dari level Rp18.000/US$. Pergerakan kurs pada awal pekan pun menjadi sorotan, terutama untuk melihat apakah tekanan terhadap rupiah berlanjut hingga menguji level tersebut.

Rupiah Hari Ini Dekati Level Psikologis Rp18.000

Level Rp18.000 menjadi perhatian karena merupakan angka psikologis penting dalam perdagangan rupiah.

Semakin dekat kurs dengan level bulat tersebut, semakin besar perhatian pasar terhadap arah pergerakannya. Jika tekanan terhadap rupiah berlanjut, area Rp18.000 berpotensi kembali diuji.

Sebaliknya, jika sentimen pasar membaik dan tekanan terhadap dolar AS mereda, rupiah masih berpeluang bertahan di bawah level tersebut.

Pada perdagangan Jumat, rupiah sempat berada di sekitar Rp17.936 pada pembukaan sebelum akhirnya ditutup menguat 13 poin ke Rp17.903/US$.

Apa yang Menekan Rupiah?

Pergerakan rupiah saat ini tidak terlepas dari sentimen global, terutama arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS menjadi perhatian karena kebijakan moneter yang lebih ketat dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS. The Fed sudah menaikkan suku bunga pada 16 September sebesar 25 basis poin ke 3,75–4,00%.

Data ekonomi Amerika Serikat yang relatif kuat juga ikut menjadi perhatian pasar. PMI Komposit AS pada September tercatat 58,4, sedangkan klaim awal tunjangan pengangguran berada di 197.000 untuk pekan yang berakhir 19 September.

Kondisi tersebut dapat menopang dolar AS dan pada saat yang sama memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Jarak ke Rp18.000 Kurang dari 0,4 Persen

Dari Rp17.930,79, rupiah hanya membutuhkan pergerakan sekitar Rp69,21 untuk mencapai Rp18.000.

Secara persentase, jaraknya kurang dari 0,4 persen.

Artinya, perubahan sentimen pasar yang relatif kecil sekalipun dapat membuat rupiah kembali menguji angka Rp18.000. Namun, menyentuh level tersebut tidak otomatis berarti rupiah akan terus melemah karena arah kurs tetap bergantung pada perkembangan sentimen global dan domestik.

Sentimen Positif Masih Bisa Menahan Rupiah

Di tengah tekanan dolar AS, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi membantu rupiah.

Salah satunya adalah perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China yang sebelumnya ikut mendukung rupiah pada perdagangan Jumat. Perkembangan diplomasi terkait konflik AS-Iran dan kondisi harga energi global juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi sentimen investor serta kebutuhan devisa.

Dengan demikian, arah rupiah pada awal pekan akan ditentukan oleh tarik-menarik antara kekuatan dolar AS, ekspektasi kebijakan The Fed, sentimen geopolitik, dan kondisi pasar domestik.

Rp18.000 Jadi Angka yang Patut Dipantau

Analis Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan rupiah pada perdagangan Senin berada di kisaran Rp17.900-Rp17.950/US$. Untuk perdagangan sepekan, rentang yang diproyeksikan berada di sekitar Rp17.800-Rp18.100/US$.

Posisi rupiah pagi ini di Rp17.930,79 berarti sudah berada di bagian atas kisaran harian tersebut.

Karena itu, perhatian pasar kini tertuju pada dua hal: kemampuan rupiah bertahan di bawah Rp18.000 dan respons pasar apabila level tersebut kembali diuji.

Rupiah hari ini yang berada di Rp17.930,79/US$ membuat level Rp18.000 semakin dekat. Tinggal sekitar Rp69 lagi, pergerakan kurs sepanjang perdagangan Senin menjadi penting untuk melihat apakah tekanan terhadap rupiah akan berlanjut atau justru mereda.

(antara/bankindonesia/fed/ntv/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN