Viral di Milan Fashion Week! Kuku Palsu China Disulap Jadi Karya Seni Seharga Ribuan Dolar

Visual detail batu turmalin hijau & kristal berkilau yang viral di runway. Kuku Sun Wukong (Raja Kera) dilukis tangan plus motif lukisan A Thousand Li of Rivers and Mountains Teknik filigree emas & enamel mewah. Background blur Milan Fashion Week biar kesan luxury dan bernilai ribuan dolar langsung terasa. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Milan, MISTAR.ID (27/9/2026) - Gemerlap batu turmalin hijau di ujung jari seorang model Italia mencuri perhatian di Milan Fashion Week. Kuku dengan gradasi hijau transparan itu berkilau di bawah sorotan lampu, bukan sekadar aksesori, melainkan karya seni.
Peragaan tersebut merupakan bagian dari pameran khusus di sela Milan Fashion Week pekan ini. Sorotan utamanya adalah seni kuku buatan tangan, khususnya kuku palsu tempel (press-on nails) dari Kabupaten Donghai, Provinsi Jiangsu, China Timur.
Berbeda dengan kuku palsu sekali pakai yang murah, produk asal Donghai ini adalah perpaduan seni tinggi. Teknik yang digunakan meliputi ukiran kristal, kerajinan filigree, hingga enamel. Karena kerumitannya, satu set kuku bisa dibanderol hingga ribuan dolar Amerika Serikat atau puluhan juta rupiah.
Li Xiao, Manajer Umum Jiangsu Jingyiyi Supply Chain Management Co., Ltd., mengatakan salah satu desain andalannya yang bergambar Sun Wukong atau Raja Kera langsung diserbu pembeli.
"Desain Sun Wukong yang dilukis tangan mendapat sambutan sangat baik. Seorang pemandu wisata lokal melihatnya di hari pertama dan langsung memesan," ujar Li.
Menurut Li, kepopuleran Sun Wukong di mancanegara membuat desain itu memiliki daya tarik lintas budaya. Donghai sendiri memiliki ikatan kuat dengan Gunung Huaguo yang dalam legenda dikenal sebagai tempat tinggal Raja Kera. Inspirasi lokal inilah yang membuat karyanya autentik dan berkarakter.
"Berbeda dengan produk sekali pakai, kuku palsu tempel dengan pengerjaan rumit ini dapat dilepas dengan hati-hati, disimpan, dan dipakai kembali. Ini menjadikannya alternatif bernilai tinggi dibanding manikur tradisional di salon," jelasnya.
Harga satu set kuku palsu lukis tangan berkisar dari beberapa ratus yuan hingga ribuan dolar AS. Dengan kurs 1 yuan setara Rp2.666 dan 1 dolar AS setara Rp17.898, harganya sangat fantastis.
Sebagai contoh, satu set yang terinspirasi dari lukisan legendaris China A Thousand Li of Rivers and Mountains dibanderol 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35,7 juta. Tidak heran jika banyak orang mulai mengoleksinya sebagai barang seni.
"Saya sangat tertarik dengan desain kuku palsu tempel China. Ini sesuatu yang baru di Italia karena desain seperti ini jarang ditemukan di pasar kami," kata Katerina Kutsak, blogger fesyen asal Italia.
Menurutnya, motif yang memadukan unsur budaya Tiongkok terasa sangat khas.Di balik kemewahan di Milan, industri ini baru tumbuh sekitar 2019. Awalnya, investor melihat potensi menempelkan batu kristal kecil pada kuku palsu. Ide itu berkembang pesat dengan memanfaatkan kekayaan kristal Donghai.
Donghai sendiri telah diakui dunia sebagai World Craft City for Crystal atau Kota Kerajinan Kristal Tingkat Dunia. Berkat sumber daya tersebut, Donghai kini menjadi pusat produksi kuku palsu tempel terbesar di China. Pemerintah setempat mencatat produk Donghai telah diekspor ke lebih dari 30 negara dan kawasan. (Antara/hm02)








































