Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Festival Pesta Tapai Jelang Ramadan Sejak Abad ke-18 Dibuka di Batu Bara

Mistar.idMinggu, 18 Januari 2026 pukul 12.45 WIB
festival_pesta_tapai_jelang_ramadan_sejak_abad_ke18_dibuka_di_batu_bara

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian (kiri berpeci hitam) disambut tari persembahan saat pembukaan Festival Pesta Tapai. (Foto: Diskominfo Batu Bara/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Festival Pesta Tapai yang telah berlangsung sejak abad ke-18 menjelang bulan suci Ramadan kembali dibuka di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (17/1/2026) malam.

Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian dan disaksikan Wakil Bupati Syafrizal, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta ratusan masyarakat.

Baharuddin mengatakan, Pesta Tapai yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Batu Bara bukan sekadar pesta rakyat biasa.

“Pesta Tapai sudah menjadi budaya yang diwarisi dari zaman ke zaman yang menandakan datangnya bulan suci Ramadan,” ucap Baharuddin.

Ia menambahkan, selain menjadi tradisi dan bagian penting dalam menyambut bulan suci Ramadan, festival ini juga menjadi momen strategis untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Pesta Tapai merupakan identitas budaya masyarakat Batu Bara yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Selain nilai budaya, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ucap Baharuddin.

Baharuddin juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, khususnya dengan menyeragamkan tarif parkir serta harga lemang dan tapai.

“Untuk kenyamanan pengunjung, kita harus bekerja sama menyeragamkan tarif parkir, juga harga lemang berdasarkan ukuran. Dengan demikian, pengunjung merasa nyaman, aman, dan tidak dirugikan oleh praktik harga yang tidak wajar,” ucap mantan Kadispora Pemprov Sumut tersebut.

Sesuai namanya, pada kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh hingga 16 Februari 2026 ini, pengunjung akan disajikan lemang khas Batu Bara yang dipadukan dengan tapai ketan.

Ketua Panitia Festival Pesta Tapai 2026, Widaruna, yang juga Plt Kadis Budparpora Batu Bara, mengatakan bahwa guna memeriahkan kegiatan sekaligus melestarikan budaya, selama perhelatan akan ditampilkan berbagai seni budaya.

Tidak hanya seni budaya Melayu, tetapi juga seni budaya dari 12 etnis lain yang bermukim di Kabupaten Batu Bara.

“Penampilan sanggar tari dan pencak silat Desa Dahari Selebar sebagai pembuka, dilanjutkan tarian seluruh etnis dan fashion show busana adat Melayu, Debus, Reog, drama musikal (Pola Asuh Anak Remaja), Hadroh, serta pencak silat,” ujarnya.

Selain itu, festival juga dimeriahkan dengan penampilan Barongsai, tari kolosal 13 etnis, tari dan lagu daerah, band lokal Melayu (biola), tarian Melayu, Batak, Jawa, dan tortor Batak. Acara juga diisi dengan sholawatan, kuda kepang, seni budaya, serta berbalas pantun. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN