Ganggu Beruang Kutub yang Sedang Tidur, Turis Didenda Rp94 Juta

Ilustrasi beruang kutub. (foto: reuters/mistar)
Svalbard, MISTAR.ID - Seorang turis di Svalbard, Norwegia, harus membayar denda setelah mengganggu seekor beruang kutub yang tengah tertidur di daratan. Turis yang identitas dan kewarganegaraannya tidak diungkapkan tersebut dikenai denda sebesar 50.000 krona Norwegia atau sekitar Rp94 juta.
Dilansir dari CNN, Jumat (21/8/2026), insiden itu terjadi pada awal Agustus 2026. Saat itu, sebuah kapal sedang melintas di sebuah fjord di wilayah timur laut Svalbard.
Salah seorang penumpang melihat seekor beruang kutub sedang beristirahat di daratan. Alih-alih membiarkannya, penumpang tersebut membunyikan klakson kabut atau foghorn. Suara klakson membuat beruang kutub itu terbangun dan kemudian berpindah ke lokasi lain.
Gubernur Svalbard, Lars Fause, mengatakan tindakan tersebut merupakan bentuk gangguan terhadap satwa liar di habitat alaminya. Kantor Gubernur Svalbard kemudian menjatuhkan denda sebesar 50.000 krona Norwegia. Pelaku juga telah menyatakan kesediaannya untuk membayar denda tersebut.
Svalbard menerapkan aturan ketat untuk melindungi beruang kutub. Wisatawan dilarang mengganggu, menarik perhatian, atau mengejar satwa tersebut, kecuali terdapat alasan yang benar-benar diperlukan.
Aturan mengenai jarak aman juga berlaku. Wisatawan diwajibkan menjaga jarak sedikitnya 300 meter dari beruang kutub. Jarak tersebut meningkat menjadi 500 meter pada kondisi tertentu.
Beruang kutub sendiri telah mendapat status perlindungan di Svalbard sejak 1972. Berdasarkan perkiraan ilmiah terakhir yang disebutkan dalam laporan tersebut, pada 2015 terdapat sekitar 260 ekor beruang kutub di Kepulauan Svalbard.
Meski berada di kawasan Arktik, Svalbard merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan pengalaman alam yang unik. Pada musim panas, wisatawan dapat menyaksikan fenomena Midnight Sun, ketika matahari tetap terlihat sepanjang waktu selama periode tertentu.
Sebaliknya, musim dingin menghadirkan polar night, yakni periode ketika matahari tidak terbit.
Selain menikmati fenomena alam tersebut, wisatawan dapat mengikuti berbagai aktivitas, seperti perjalanan dengan kapal, kayaking, dog sledding, safari snowmobile, hingga tur menjelajahi gletser.
PREVIOUS ARTICLE
Danau Toba Makin Mendunia: Toba Caldera Resort Tembus 1 Juta Pengunjung, Apa Berikutnya?





















