Thailand Bersiap Akhiri Bebas Visa 60 Hari, Fokus pada Turis Berkualitas

Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (foto: istockphoto/mistar)
Bangkok, MISTAR.ID
Pemerintah Thailand berencana menghapus kebijakan bebas visa 60 hari bagi wisatawan asing. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperketat seleksi turis sekaligus mengarahkan sektor pariwisata ke kualitas yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar jumlah kunjungan.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, menegaskan langkah tersebut sejalan dengan visi strategis pemerintah dalam membangun pariwisata masa depan yang berdampak positif terhadap lingkungan, ekonomi, dan keamanan.
Dalam forum Global Sustainable Tourism Conference 2026, ia menyampaikan sektor pariwisata harus berfokus pada wisatawan berkualitas tinggi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Rencana ini muncul setelah evaluasi bersama antara Kementerian Luar Negeri dan aparat keamanan. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk kembali ke skema visa sebelumnya, sekaligus merancang kategori visa baru yang disesuaikan dengan karakteristik wisatawan dari berbagai negara.
Ke depan, proses pengajuan visa akan diperketat dengan verifikasi dokumen yang lebih mendalam. Calon wisatawan diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif, termasuk bukti keuangan, sumber dana, serta dokumen pendukung perjalanan lainnya.
Selain meningkatkan kualitas kunjungan, kebijakan ini juga bertujuan menekan penyalahgunaan izin tinggal, seperti praktik kerja ilegal atau penghindaran pajak oleh warga asing.
Pemerintah menegaskan bahwa pelanggaran aturan keimigrasian akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Usulan ini akan segera diajukan ke kabinet untuk mendapatkan persetujuan akhir.
Melalui langkah ini, Thailand berharap dapat menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Tenggara.
PREVIOUS ARTICLE
Kekeringan Parah di Korea Utara Ancam Ketahanan Pangan




















