Kekeringan Parah di Korea Utara Ancam Ketahanan Pangan

Ilustrasi musim kering. (foto: antara/mistar)
Pyongyang, MISTAR.ID
Korea Utara tengah menghadapi kekeringan yang tergolong tidak biasa dan cukup parah tahun ini. Kondisi tersebut mendorong pemerintah setempat untuk mengambil berbagai langkah guna melindungi tanaman pangan.
Negara yang relatif terisolasi ini memang kerap terdampak lebih besar saat bencana alam terjadi, mengingat keterbatasan infrastruktur dan kondisi ekonomi yang lemah.
Elizabeth Salmon, pelapor khusus PBB untuk isu hak asasi manusia di Korea Utara, sebelumnya telah mengingatkan pada Februari lalu bahwa krisis pangan masih menjadi persoalan serius di negara tersebut.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Korean Central News Agency (KCNA), kekeringan yang terjadi saat ini merupakan fenomena langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan telah meluas ke sebagian besar wilayah.
Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal dari Kapal Perang
Pihak berwenang di berbagai kota dan kabupaten disebut sedang berupaya memperbaiki infrastruktur air, seperti pintu waduk dan saluran irigasi, guna mengatasi berkurangnya pasokan air.
Selain itu, langkah teknis juga diterapkan untuk mengurangi dampak kekeringan, termasuk meningkatkan ketahanan tanaman seperti gandum dan jelai agar tetap tumbuh stabil di awal musim tanam.
Di sisi lain, Korea Selatan juga mengalami kekeringan berkepanjangan tahun lalu, terutama di wilayah pesisir seperti Gangneung. Kondisi tersebut bahkan memaksa pemerintah setempat memberlakukan pembatasan penggunaan air bagi warga.
Fenomena cuaca ekstrem ini berkaitan dengan perubahan iklim global yang meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas. Para ahli juga memperkirakan El Nino berpotensi kembali terjadi tahun ini, yang dapat memicu kombinasi cuaca panas, kekeringan, hingga hujan lebat di berbagai wilayah Asia.
PREVIOUS ARTICLE
Thaksin Shinawatra Dibebaskan Lebih Awal, Ini PertimbangannyaBERITA TERPOPULER

























