Jepang Luncurkan 'Kulkas Manusia' Solusi Atasi Panas Ekstrem

Ilustrasi. (Foto: x.com/Sagiel_X)
Tokyo, MISTAR.ID - Perusahaan asal Jepang, Trusco Nakayama, meluncurkan produk inovatif berupa "kulkas manusia" untuk membantu mengatasi dampak panas ekstrem yang tengah melanda negara tersebut. Produk bernama Do Hiemon Box itu dikembangkan sebagai sarana pendinginan cepat guna mencegah gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Do Hiemon Box memiliki bentuk menyerupai lemari pendingin berbahan stainless steel dengan tinggi sekitar 2,1 meter. Perangkat ini dilengkapi pintu akrilik transparan dan kursi di bagian dalam, sehingga pengguna dapat duduk sambil menerima hembusan udara dingin.
Saat digunakan, mesin akan mengalirkan udara bersuhu sekitar 5 derajat Celsius dari bagian belakang dan atas ke arah leher serta tubuh bagian atas. Pengguna dapat memilih tiga tingkat suhu dan aliran udara, sementara sistem akan berhenti otomatis setelah 20 menit untuk mencegah pendinginan berlebihan.
General Manager Trusco, Fumiaki Matsubara, mengatakan konsep Do Hiemon Box lebih difokuskan sebagai alat untuk mencegah kondisi akibat panas semakin parah, bukan sekadar menyediakan tempat beristirahat.
"Konsepnya lebih berfokus pada penyediaan alat yang dapat membantu mencegah kondisi panas menjadi semakin parah, alih-alih sekadar menyediakan tempat untuk beristirahat," ujarnya kepada Bloomberg, dikutip dari Gizmodo, Jumat (7/8/2026).
Produk ini ditujukan untuk lingkungan kerja yang memiliki paparan panas tinggi, seperti pabrik, gudang, dan area konstruksi. Sejak diluncurkan pada awal 2026, Trusco telah menjual sekitar 200 unit Do Hiemon Box dengan harga sekitar 1,5 juta yen atau setara Rp170 jutaan.
Sejumlah pembeli perangkat tersebut berasal dari berbagai sektor, antara lain pabrik baja, perusahaan konstruksi, lapangan golf, universitas, hingga fasilitas rekreasi.
Peluncuran Do Hiemon Box dilakukan di tengah musim panas ekstrem yang melanda Jepang, dengan suhu di sejumlah wilayah mencapai 40 derajat Celsius. Pada April lalu, Badan Meteorologi Jepang bahkan memperkenalkan istilah baru, kokushobi, untuk menyebut hari dengan suhu minimal 40 derajat Celsius atau hari dengan panas ekstrem. (hm25/detiknet)
















