Friday, August 7, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Penembakan Sekolah di Thailand Tewaskan Delapan Orang, Pelaku Siswa 14 Tahun

Mistar.idJumat, 7 Agustus 2026 pukul 15.12 WIB
penembakan_sekolah_di_thailand_tewaskan_delapan_orang_pelaku_siswa_14_tahun

Petugas mengevakuasi salah seorang korban penembakan oleh siswa kelas 9 di Thailand. (foto: reuters)

news_banner

Bangkok, MISTAR.ID — Penembakan terjadi di Debsirin Nonthaburi School, Provinsi Nonthaburi, wilayah pinggiran Bangkok, Tailan, Jumat (7/8/2026) pagi. Insiden yang diduga dilakukan seorang siswa berusia 14 tahun itu menewaskan delapan orang, termasuk pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Polisi menerima laporan adanya suara tembakan di lingkungan sekolah yang berada di Distrik Bang Kruai, Nonthaburi.

Siswa kelas 9 tersebut diduga berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain sambil membawa senjata api. Seorang siswi kelas 7 mengatakan penyerang terlihat menembak seorang guru yang berada di depan ruang kelasnya.

Mengutip laporan BBC, seorang siswa awalnya mengira suara tembakan yang terdengar seperti bunyi petasan atau benda jatuh. Namun, suara tembakan yang terjadi berulang kali membuat kepanikan dan membuat siswa serta staf sekolah berusaha menyelamatkan diri.

Polisi kemudian melakukan evakuasi dan penyisiran di area sekolah. Petugas meminta orang-orang yang masih berada di dalam gedung untuk berlindung hingga situasi dinyatakan aman.

Siswa tersebut kemudian ditemukan meninggal dunia. Polisi belum memastikan apakah ia tewas akibat tindakan petugas atau mengakhiri hidupnya sendiri.

Jumlah korban sempat mengalami perubahan dalam laporan awal. Polisi sebelumnya menyebut enam orang meninggal dalam penembakan tersebut. Namun, Menteri Kesehatan Tailan Pattana Promphat kemudian mengklarifikasi bahwa lima guru tewas di sekolah.

Selain itu, siswa tersebut diduga membunuh kakek dan neneknya sebelum menuju sekolah. Senjata api jenis 9 mm yang digunakan dalam aksi tersebut disebut milik kakeknya yang juga berprofesi sebagai guru.

Dengan demikian, total korban meninggal mencapai delapan orang, terdiri dari lima guru, dua kakek-nenek siswa tersebut, dan pelaku penembakan.

Sedikitnya 15 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis dan telah mendapat perawatan medis.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif penembakan yang terjadi di sekolah tersebut. Kasus ini kembali memicu perhatian publik terhadap persoalan kepemilikan senjata api di Thailand. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN