Thursday, August 6, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Menangi Primary Michigan, Abdul El Sayed Berpeluang Jadi Senator Muslim Pertama AS

Mistar.idKamis, 6 Agustus 2026 pukul 15.26 WIB
menangi_primary_michigan_abdul_el_sayed_berpeluang_jadi_senator_muslim_pertama_as_

Abdul El Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) Senat Amerika Serikat (AS) di negara bagian Michigan. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Washington, MISTAR.ID – Abdul El Sayed meraih kemenangan tipis dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat di negara bagian Michigan. Hasil ini membuka peluang bagi El Sayed untuk mencatat sejarah sebagai senator Muslim pertama di AS apabila memenangkan pemilu pada November mendatang.

Dalam penghitungan suara, El Sayed mengungguli anggota Kongres Haley Stevens dengan selisih 14.893 suara atau kurang dari satu persen dari lebih dari 1,5 juta surat suara yang masuk. Jumlah partisipasi tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah pemilihan pendahuluan di Michigan.

Senator Bernie Sanders, salah satu pendukung awal pencalonannya, menyebut kemenangan El Sayed sebagai pencapaian luar biasa dalam politik Amerika. "Menurut saya, kemenangan Abdul adalah salah satu yang paling luar biasa dalam politik Amerika modern," ujar Sanders, seperti dikutip Associated Press.

Meski memenangi primary, El Sayed masih harus menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada November.

El Sayed merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat berusia 41 tahun. Ia lahir di Detroit dari ayah asal Mesir dan ibu berkewarganegaraan Amerika Serikat. Sebelumnya, ia pernah maju dalam pemilihan pendahuluan gubernur Michigan, namun gagal meraih nominasi.

Dalam pidato usai kemenangannya, El Sayed mengenang perjalanan keluarganya sebagai imigran. Ia mengatakan hidupnya bisa saja sangat berbeda jika sang ayah tidak pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan.

"Jika ayah saya tidak bermigrasi ke Detroit untuk kuliah di Wayne State University, mungkin saya sekarang menjadi sopir taksi di Mesir seperti beberapa sepupu saya," katanya, dikutip AFP.

Ia juga menyampaikan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri, perguruan tinggi, hingga pendidikan kedokteran menjadi bukti peluang yang diberikan Amerika Serikat kepada keluarganya.

Sebagai seorang epidemiolog, El Sayed memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan University of Michigan dan Columbia University, serta pernah menempuh studi di University of Oxford melalui Beasiswa Rhodes. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Kesehatan Masyarakat Wayne County yang mencakup wilayah Detroit.

Dalam kontestasi internal Partai Demokrat, El Sayed dikenal sebagai tokoh progresif yang mampu menarik dukungan luas, termasuk dari kelompok yang menginginkan perubahan kebijakan sosial dan kesehatan.

Michigan sendiri merupakan salah satu negara bagian penentu (swing state) dalam politik Amerika. Pada pemilihan presiden 2024, negara bagian itu dimenangkan Donald Trump.

Sepanjang kampanyenya, El Sayed mengusung agenda reformasi, termasuk mengurangi pengaruh uang dalam politik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperjuangkan sistem layanan kesehatan universal atau Medicare for All.

Di sisi lain, Partai Republik melancarkan kritik keras terhadap El Sayed dengan menyoroti pandangan politik serta identitasnya sebagai warga keturunan Arab dan Muslim. El Sayed juga dikenal vokal mengkritik kebijakan Israel, namun berulang kali menegaskan bahwa dirinya menolak antisemitisme.

Sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk Donald Trump, menuding El Sayed memiliki pandangan anti-Israel dan menyampaikan berbagai kritik terhadap pencalonannya. Isu tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu tema utama dalam pertarungan menuju pemilu paruh waktu November mendatang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN