Senator AS Lindsey Graham Ancam Arab Saudi Jika Tolak Dukungan Militer ke Iran

Ilustrasi hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi. (Foto: Reuters)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mengeluarkan peringatan keras kepada Arab Saudi jika menolak ikut terlibat dalam aksi militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui media sosial pada Senin (9/3/2026), setelah Arab Saudi menolak memberikan akses pangkalan militer untuk operasi AS.
Menurut Graham, Arab Saudi memiliki kekuatan militer yang cukup untuk mendukung langkah AS dalam menghadapi Iran, yang disebutnya sebagai rezim yang “mengancam stabilitas Timur Tengah.” Graham mempertanyakan keseriusan perjanjian pertahanan jika sekutu seperti Arab Saudi menolak ambil bagian dalam konflik yang dianggap sebagai kepentingan bersama.
Tak hanya Saudi, senator dari Partai Republik itu juga menyoroti negara-negara Teluk lain, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar. Graham mendesak agar negara-negara tersebut lebih aktif terlibat karena wilayah mereka berada di tengah ketegangan yang terus meningkat. Ia menekankan, jika dukungan militer tidak diberikan sekarang, konsekuensi serius bisa terjadi di masa depan.
Komentar Graham muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan. Iran sebelumnya melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Arab Saudi, UEA, Oman, Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak sebagai respons terhadap serangan AS-Israel pada 28 Februari.
Menanggapi tekanan ini, Duta Besar UEA untuk PBB, Jamal Al Musharakh, menegaskan bahwa negara-negara Teluk tetap mengutamakan diplomasi dan tidak akan membiarkan wilayah mereka digunakan untuk serangan militer ke Iran. “Kami menekankan pentingnya negosiasi dan de-eskalasi. Wilayah kami tidak akan dijadikan basis serangan apa pun,” jelasnya.
Pernyataan Graham diperkirakan dapat menambah ketegangan di Timur Tengah. Pakar internasional menilai situasi ini menuntut pendekatan hati-hati agar konflik tidak meluas dan keamanan regional tetap terjaga.
BERITA TERPOPULER


















