Satu Tahun Lebih, Banjir Bandang Parapat Belum Juga Ditangani Sepenuhnya

Banjir Bandang Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun pada Maret 2025. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID – Lebih dari satu tahun telah berlalu, banjir bandang di Parapat masih belum ditangani secara menyeluruh. Salah satu lokasi yang masih belum diperbaiki adalah Sungai Batu Gaga.
Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Saragih, meminta perbaikan Sungai Batu Gaga dapat menjadi perhatian serius PUTR atau BPBD.
"Kiranya Sungai Batu Gaga bisa menjadi prioritas bersama. Kami mohon ini disampaikan ke PUTR ataupun BPBD," ujarnya saat rapat bersama DPRD Simalungun membahas agenda kunjungan lapangan untuk evaluasi kegiatan Tahun Anggaran 2025, Selasa (21/7/2026).
Banjir bandang, kata Victor, sudah dua kali melanda kawasan tersebut. Namun, sampai sekarang belum ada pekerjaan fisik yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Saat ini, hanya warga yang bergotong-royong membersihkan aliran sungai agar tidak tersumbat terus menerus.
"Sekarang ada kelompok masyarakat yang peduli. Kalau ada sumbatan, kami bergotong royong membersihkannya, kurang lebih sebulan sekali," kata Victor.
Ia juga mengingatkan bahwa Gubernur Sumatera Utara (Sumut) pernah turun langsung ke lokasi banjir dan berjanji akan mengirim tim dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk membangun bronjong di sepanjang Sungai Batu Gaga. Sayangnya, rencana tersebut tak kunjung terealisasi.
"Kami berharap melalui forum ini ada perhatian khusus. Masyarakat masih menyimpan trauma karena banjir itu sudah dua kali terjadi," ucap Victor.
Sementara itu, Anggota DPRD Simalungun Maraden Sinaga, mengaku heran karena penanganan banjir Parapat tidak masuk dalam alokasi anggaran. Padahal pemerintah daerah telah menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp412 miliar.
"Yang kami sesalkan, setahu saya tidak ada anggaran yang disediakan untuk mitigasi dan penanggulangan bencana di Parapat. Padahal banjir bandang sudah dua kali terjadi. Sementara dana TKD itu garis besarnya diperuntukkan untuk penanganan bencana," kata Maraden.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian DPRD, khususnya wakil rakyat dari Daerah Pemilihan VI.
Anggota DPRD lainnya, Aprimo Sibarani, meminta persoalan itu dicatat oleh Dinas PUTR dan BPBD untuk segera ditindaklanjuti. Menurutnya, penanganan Sungai Batu Gaga tidak boleh terus tertunda mengingat ancaman banjir masih menghantui masyarakat Parapat.[]























