Pemerintah Siap Luncurkan Motor Listrik Nasional

Mensesneg, Prasetyo Hadi. (Foto: YouTube Sekretariat Negara)
Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah bersiap meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut kendaraan tersebut merupakan hasil karya anak bangsa di sektor otomotif.
"Nah berkenaan dengan motor listrik nasional nanti pada waktunya akan kami sampaikan dalam waktu dekat. Mungkin akan ada semacam launching ya, motor listrik nasional hasil karya anak bangsa," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026), dilansir dari CNN Indonesia.
Menurut Prasetyo, kehadiran motor listrik nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Apabila dalam implementasinya masih ditemukan berbagai kekurangan, hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan.
"Yang sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya. Bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan ya mari itu bersama-sama kita perbaiki," ujarnya.
"Saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri, tidak sekadar memberi efek atau impact di dunia otomotif, tetapi juga itu membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan BBM kita," ucapnya kemudian.
Rencana insentif motor listrik
Menteri Keuangan Purbaya pada awal Mei mengungkap subsidi bakal diberikan buat 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik. Saat itu dikatakan subsidi akan diturunkan pada Juni, namun hingga tutup Juli belum ada kabar lagi.
Insentif kendaraan listrik rencananya akan diumumkan pada Agustus 2026.
Purbaya pada Selasa mengatakan subsidi bakal diberikan, namun dia tak membeberkan waktunya pada Agustus atau tidak. Dia justru menjelaskan ada perubahan pada motor listrik yang menjadi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu.
"Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," katanya. (Cnn)
PREVIOUS ARTICLE
Mundur dari Kepala BGN, Naniek Deyang Mengaku 'Trauma Akut'





















