Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Menlu Iran Tolak Gencatan Senjata Terhadap Israel-AS

Mistar.idRabu, 11 Maret 2026 pukul 22.57 WIB
menlu_iran_tolak_gencatan_senjata_terhadap_israelas

Abbas Araghchi. (Foto: Lorient Today)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menolak wacana gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan program Meet the Press pada Selasa (10/3), Araghchi menyinggung pengalaman gencatan senjata yang pernah terjadi setelah perang singkat selama 12 hari pada Juni tahun lalu. Menurutnya, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama karena dilanggar oleh pihak AS dan Israel.

“Dan sekarang Anda ingin meminta gencatan senjata lagi? Ini tidak akan berhasil seperti itu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perang harus diselesaikan secara permanen, bukan sekadar dihentikan sementara.

“Perang ini harus diakhiri secara permanen. Kecuali kita mencapai hal itu, saya pikir kita perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kita,” lanjutnya.

Araghchi juga menuduh AS dan Israel telah menewaskan banyak warga Iran selama serangan berlangsung, termasuk pelajar. Ia menyebut sejumlah fasilitas sipil seperti sekolah dasar dan rumah sakit turut menjadi sasaran pengeboman.

Dalam kesempatan yang sama, ia menanggapi kritik dari sejumlah negara Arab terkait serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah. Beberapa negara di kawasan itu menilai serangan tersebut melanggar kedaulatan wilayah mereka.

Araghchi membantah tudingan tersebut. Menurutnya, Iran tidak pernah berniat menyerang negara tetangga.

“Iran tidak menyerang negara-negara tetangga kita secara sengaja,” katanya.

“Kita menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, instalasi-instalasi Amerika, aset-aset Amerika, yang sayangnya terletak di wilayah negara-negara tetangga kita,” tuturnya.

Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Arab atas dampak yang timbul dari operasi militer tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Serangan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah anggota keluarganya.

Seusai kematian Khamenei, pasukan Korps Garda Revolusi Islam meningkatkan operasi balasan dengan melancarkan serangan ke target-target Israel serta kepentingan militer AS. (hm20)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN