Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Minta Pemkab Toba Cari Solusi Mata Pencarian, Bukan Melegalkan Galian C

Mistar.idJumat, 22 Mei 2026 pukul 20.42 WIB
warga_minta_pemkab_toba_cari_solusi_mata_pencarian_bukan_melegalkan_galian_c

Kondisi danau dan gunung yang dikeruk warga menjadi tambang batu. (Foto: Nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Sejumlah masyarakat menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba daripada melegalkan galian c (tambang batu) di Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan yang dari dulu merupakan tambang batu ilegal, lebih baik mencari solusi merubah mata pencarian warga.

Salah seorang warga Desa Siregar Aek Nalas yang tidak ingin disebutkan, mengatakan masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari nafkah selain menambang batu dari gunung di tepi Danau Toba.

"Ada baiknya Pemkab Toba mengembalikan populasi ikan mujair di Danau Toba agar warga menjadi nelayan, dengan cara menebar benih ikan dalam jumlah yang besar, dan ikan yang ditebar harus cukup besar agar dapat beradaptasi di danau intinya tidak mati, maka dalam setahun dua tahun populasi ikan akan membaik," katanya, Jumat (22/5/2026).

Lanjutnya, dulunya ikan dari Siregar Aek Nalas cukup dikenal dengan rasa yang lebih enak dibanding daerah lain sekitaran Danau Toba dan cukup diminati warga desa dan kecamatan lain.

"Mengapa pihak desa, kecamatan dan kabupaten tidak memikirkan budidaya dengan menyebarkan benih ikan di Siregar Aek Nalas dan warganya menjadi nelayan untuk peningkatan ekonomi," ujarnya.

Hal senada disampaikan aktivis lingkungan, Sahala Saragih, bahwa potensi menyebarkan benih ikan di danau Siregar Aek Nalas sangat besar, sebab ada perusahaan tambak ikan yang beroperasi di Kabupaten Toba dan memanfaatkan air Danau Toba sebagai keramba mereka.

"Apa salahnya Pemkab Toba mengajukan permohonan CSR kepada perusahaan tersebut agar melakukan penaburan benih ikan secara bertahap di Danau Toba, khususnya di Desa Siregar Aek Nalas," ucap Sahala.

Menurutnya, tindakan seperti ini jelas menjaga kelestarian Danau Toba dan lebih ramah lingkungan daripada melakukan pertambangan yang dapat merusak habitat di kawasan Danau Toba serta merusak pariwisata khususnya di Kabupaten Toba.

"Dengan menjadi nelayan, Siregar Aek Nalas akan berkembang menjadi tujuan wisata ikan, dengan rasa ikan yang berbeda dari ikan di daerah lain disekitaran Danau Toba selain alamnya juga dapat dijual menjadi tujuan wisata karena kelestarian dan keunikan air danau di Siregar Aek Nalas cukup hangat," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN