Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tinjau Korban Banjir Bandang Silinda, Bupati Sergai: Keselamatan Warga Prioritas

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 21.48 WIB
tinjau_korban_banjir_bandang_silinda_bupati_sergai_keselamatan_warga_prioritas_

Bupati dan Wabup Sergai saat meninjau dampak banjir bandang di Kecamatan Silinda. (Foto: Dok. Kominfo/Mistar)

Sergai, MISTAR.ID (5/11/2026) — Sejumlah warga di Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang menjadi korban banjir bandang pada Rabu (28/10/2026) malam lalu dikunjungi Bupati H. Darma Wijaya dan Wakil Bupati H. Adlin Tambunan, Kamis (5/11/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian akibat bencana banjir bandang.

Darma Wijaya mengatakan, pemerintah daerah akan memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan penanganan yang diperlukan. Menurutnya, peninjauan langsung menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga langkah penanganan dapat ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat langsung dampak yang ditimbulkan bencana ini. Keselamatan warga menjadi prioritas. Kita juga akan mengidentifikasi kebutuhan penanganan, terutama rumah masyarakat, akses penghubung, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terdapat tanda-tanda peningkatan debit air maupun kondisi alam yang berpotensi membahayakan.

Sementara itu, Adlin Tambunan menekankan pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan dampak bencana. Menurutnya, pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi permukiman warga, tetapi juga infrastruktur yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Penanganan bencana harus dilakukan secara terkoordinasi. Kita perlu memetakan kerusakan dan menentukan skala prioritas agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap. Infrastruktur yang rusak juga harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas perekonomian warga,” kata Wabup Sergai.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mendorong perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dalam penanganan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk melakukan pendataan kerusakan dan mengidentifikasi langkah pemulihan sektor pertanian.

Pada kesempatan ini, Bupati dan Wabup menyerahkan bantuan kebutuhan pokok serta rehabilitasi rumah terhadap warga yang terdampak.

Diketahui, banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut berdampak pada lima desa, yakni Kulasar, Pamah, Tarean, Sungai Buaya, dan Tapak Meriah. Selain merendam rumah warga, bencana juga menyebabkan kerusakan jembatan, erosi bantaran sungai, longsor, serta kerusakan lahan pertanian.

Kerusakan juga terjadi di Desa Pamah. Jembatan Batu Logang mengalami kerusakan berat setelah tertimpa tumpukan kayu berukuran besar yang terbawa arus. Kondisi tersebut mengganggu akses utama masyarakat menuju kawasan perladangan. Selain itu, sekitar dua hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Desa Tarean, terdapat dua titik longsor pada jalur penghubung menuju permukiman warga. Sementara itu, sekitar satu hektare persawahan di Desa Sungai Buaya terindikasi terancam gagal panen. Kemudian di Desa Tapak Meriah, Jembatan Ardipas mengalami kerusakan setelah penyangga sisi kanan dan kirinya hanyut terbawa arus.

Dampak banjir bandang yang cukup signifikan terjadi di Dusun II Desa Kulasar. Sebanyak 21 rumah warga terendam banjir, dengan empat rumah mengalami kerusakan berat. Total perkiraan kerugian terhadap rumah dan perlengkapan warga di lokasi tersebut mencapai sekitar Rp370 juta.(hm02)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN