Friday, August 7, 2026
home_banner_first
SUMUT

Proyek Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei di Asahan Mulai Gerakkan Ekonomi Warga

Mistar.idJumat, 7 Agustus 2026 pukul 19.33 WIB
proyek_pipa_gas_dumaisei_mangkei_di_asahan_mulai_gerakkan_ekonomi_warga

Pengerjaan proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei di sepanjang Jalinsum Asahan. (foto:Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (7/8/2026) – Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) jaringan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem I) memasuki wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Di balik aktivitas alat berat yang mulai terlihat di sejumlah titik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), proyek ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat infrastruktur energi nasional, tetapi juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Proyek sepanjang 541,8 kilometer yang membentang melintasi Provinsi Riau dan Sumatera Utara tersebut dikerjakan oleh KSO Wika–Nindya dan ditargetkan selesai pada akhir 2027.

Staf Perizinan KSO Wika–Nindya, Bintang Alif, dalam keterangannya kepada Mistar.id, Jumat (7/8/2026), mengatakan selama proses pemasangan pipa di sepanjang Jalinsum wilayah Asahan, masyarakat kemungkinan akan mengalami perlambatan arus lalu lintas karena sebagian pekerjaan dilakukan di sisi badan jalan.

Meski demikian, pihaknya memastikan berbagai langkah telah disiapkan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

"Sepanjang pengerjaan di wilayah Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Asahan memang berpotensi terjadi perlambatan arus lalu lintas karena pipa ditanam di sepanjang jalan. Namun, manajemen proyek telah melakukan upaya maksimal melalui pengaturan lalu lintas sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik," kata Bintang Alif.

Menurutnya, keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu prioritas utama selama proses konstruksi berlangsung. Petugas pengatur lalu lintas disiagakan di lokasi pekerjaan, disertai pemasangan rambu-rambu dan pengaturan sistem buka tutup apabila diperlukan.

Selain membangun infrastruktur energi, proyek ini juga mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.

Bintang menjelaskan, KSO Wika–Nindya melibatkan tenaga kerja lokal dalam berbagai bidang pekerjaan sehingga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Asahan.

Tidak hanya itu, kehadiran ratusan pekerja di lapangan juga turut menggerakkan roda perekonomian warga.

"Kami juga mempekerjakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan pekerjaan, kebutuhan makan, minum, maupun kebutuhan harian pekerja sebagian besar dibeli dari warung dan pelaku usaha lokal di sekitar titik proyek. Ini tentu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, proyek nasional tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar jalur pembangunan.

Sebelumnya, pembangunan jaringan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei resmi dimulai melalui kegiatan first welding atau pengelasan perdana yang dilaksanakan di Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada 29 April 2026.

Tahap awal pembangunan difokuskan pada segmen Belawan hingga Labuhanbatu sebelum pekerjaan dilanjutkan ke wilayah lainnya hingga mencapai Dumai.

Jaringan pipa ini nantinya akan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung distribusi gas bumi di Pulau Sumatera sekaligus memperkuat pasokan energi bagi kawasan industri maupun masyarakat.

Terpisah, praktisi ekonomi dan infrastruktur yang juga dosen Universitas Royal Asahan, Hazlansyah Ramelan, menilai pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dalam jangka panjang.

Menurutnya, ketersediaan infrastruktur energi merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.

"Pembangunan jaringan pipa gas ini bukan hanya proyek konstruksi semata, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan daya saing daerah. Infrastruktur energi yang memadai akan memperkuat iklim investasi, mendukung pertumbuhan kawasan industri, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," ujar Hazlansyah.

Ia menambahkan, manfaat proyek akan semakin besar apabila pemerintah daerah mampu mengintegrasikan pembangunan tersebut dengan pengembangan kawasan industri, UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

"Efek ekonomi dari proyek seperti ini bukan hanya dirasakan saat proses pembangunan berlangsung, tetapi juga setelah jaringan beroperasi. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat lokal mendapat kesempatan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi tersebut," pungkasnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN