Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kampung Lama Langkat Disiapkan Menjadi Kawasan Ekowisata

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 13.57 WIB
kampung_lama_langkat_disiapkan_menjadi_kawasan_ekowisata

Kegiatan restorasi alam dengan menanam pohon dan menebarkan bibit ikan jurung di Sungai Sei Bingei. (Foto: FB @purnamagintingleuser/Mistar)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID – Kawasan hutan Kampung Lama, Dusun Buluh Lepar, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, dipersiapkan menjadi kawasan ekowisata berbasis kearifan lokal di Sumatera Utara (Sumut).

Ketua Panitia Pencanangan Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal, Purnama Ginting, menyebutkan persiapan ditandai dengan penanaman 1.250 bibit pohon dan menaburkan 1.250 benih ikan jurung di sungai.

"Dengan penanaman pohon kami berharap hutan yang gundul dapat kembali hijau serta mengurangi dampak banjir. Kami bersama masyarakat dan mahasiswa mencoba menggali potensi agar dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat di sini," ucapnya, Selasa (11/8/2026).

Dijelaskan Purnama, kawasan Kampung Lama memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat.

Pertama, ekowisata sungai dan konservasi ikan jurung. Penaburan 1.250 bibit ikan diharapkan menjadi langkah awal pengembangan wisata edukasi konservasi sungai, pemancingan serta kuliner khas berbasis kearifan lokal, termasuk konsep lubuk larangan.

Kedua, ekowisata hutan dan agroforestri. Sebanyak 1.250 pohon keras yang ditanam diharapkan dapat menjadi cikal bakal kawasan hutan wisata dan edukasi lingkungan. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut juga berpotensi menghasilkan produk hasil hutan bukan kayu seperti madu, kopi, aren dan berbagai kerajinan.

Ketiga, ekowisata budaya Kampung Lama. Desa Telagah dan wilayah sekitarnya memiliki nilai sejarah permukiman, tradisi gotong royong serta kearifan lokal masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata.

"Pengembangan ekowisata juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat," sebutnya.

Sejumlah peluang yang dapat dikembangkan antara lain usaha warung dan kuliner, homestay, jasa pemandu wisata lokal, ojek wisata, pemasaran hasil pertanian, perikanan dan kerajinan masyarakat.

"Selain itu, program tersebut diharapkan membuka lapangan kerja berbasis lingkungan, seperti pengelolaan kawasan konservasi, pembudidayaan ikan jurung dan pengelolaan wisata alam," katanya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN