Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

IPM Asahan Melonjak di 2025, Capaian Naik 0,96 Persen

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 pukul 13.11 WIB
ipm_asahan_melonjak_di_2025_capaian_naik_096_persen

Tabel perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Asahan beberapa tahun terakhir. (Foto: Dok. BPS Asahan/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Asahan pada 2025 naik 0,96 poin atau 1,29 persen dibandingkan 2024.

Kepala BPS Kabupaten Asahan, Dadan Supriadi, mengatakan bahwa capaian tersebut mengalami kenaikan dari 74,17 menjadi 75,13.

“Selama periode 2020 hingga 2025, IPM Kabupaten Asahan tumbuh rata-rata 0,76 persen per tahun. Pada 2025, pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).

Menurut BPS, peningkatan IPM Asahan tahun 2025 terjadi secara merata pada seluruh dimensi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya terfokus pada satu sektor, tetapi berjalan secara inklusif.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, BPS mencatat harapan hidup bayi yang lahir pada tahun 2025 mencapai 73,93 tahun. Angka ini meningkat 0,28 tahun dibandingkan dengan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan membaiknya layanan kesehatan serta kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Sementara pada dimensi pengetahuan, kemajuan pendidikan masyarakat Asahan juga menunjukkan tren positif. Harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun naik dari 12,65 tahun menjadi 12,84 tahun, atau meningkat 0,19 tahun.

Di sisi lain, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas turut meningkat 0,21 tahun, dari 8,85 tahun menjadi 9,06 tahun pada 2025.

Tak kalah penting, dimensi standar hidup layak juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat sekitar Rp459 ribu atau 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang semakin membaik seiring pertumbuhan ekonomi daerah.

Menanggapi capaian tersebut, Akademisi Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS) sekaligus kandidat doktor dari Universitas Muhammadiyah Malang, Hazlansyah Ramelan, menilai peningkatan IPM Asahan sebagai sinyal positif keberhasilan kebijakan pembangunan daerah.

“Peningkatan IPM yang terjadi secara merata pada seluruh dimensi menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Asahan tidak hanya terfokus pada satu sektor tertentu,” kata Hazlansyah.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan kualitas pertumbuhan IPM, khususnya dalam mengurangi ketimpangan akses pendidikan dan layanan kesehatan antarwilayah.

“Ke depan, fokus kebijakan perlu diarahkan pada pemerataan kualitas pendidikan, penguatan sektor kesehatan primer, serta penciptaan lapangan kerja produktif agar peningkatan IPM tidak hanya bersifat angka, tetapi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Dengan capaian IPM yang terus meningkat, Kabupaten Asahan dinilai berada di jalur yang tepat untuk memperkuat fondasi pembangunan manusia.

“Tantangan selanjutnya adalah memastikan momentum positif ini terus berlanjut. Meningkatnya angka harapan hidup dan pengeluaran riil per kapita menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat serta daya beli yang semakin kuat,” ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN