Monday, September 7, 2026
home_banner_first
SUMUT

DPRD Batu Bara: Jangan Hentikan Bansos Hanya karena Anggota Keluarga Main Judol

Mistar.idSenin, 7 September 2026 pukul 15.21 WIB
dprd_batu_bara_jangan_hentikan_bansos_hanya_karena_anggota_keluarga_main_judol_

Ketua Komisi I DPRD Batu Baram, Darius. (foto: ebson/mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID - DPRD Batu Bara melalui Ketua Komisi I Darius mengkritisi kebijakan Pemerintah menghentikan dan menonaktifkan bantuan sosial (bansos) bagi lebih dari 1,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) karena NIK atau anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) terindikasi terlibat transaksi judi online (judol).

‎Kritik tersebut disampaikan Darius menanggapi penghentian bansos bagi KPM akibat ada anggota keluarga terlibat judol, Senin (7/9/2026).

‎‎Darius menggarisbawahi, pihaknya sangat mendukung pemberantasan judol di seluruh Indonesia. Namun, ia menyesalkan tindakan pemerintah yang menempuh jalan pintas untuk menghentikan judol.

‎"Harus diingat, bila ada indikasi salah seorang anggota dalam keluarga penerima bansos terlibat judol, tidak etis bila datanya dihapus dari penerima bansos," ujar Darius dibenarkan anggota Komisi 1 lainnya, Amirtan dan Rusli.

‎Mantan advokat tersebut mempertanyakan kebijakan Kementerian Sosial yang menempuh jalur singkat dengan mencoret penerima bansos hanya karena ada keterlibatan anggota keluarga pada judol.

‎Darius menjelaskan secara hukum, moral dan sosial, tidak boleh kepala keluarga menerima konsekwensi anggota keluarga yang terindikasi judol.

‎‎Ia menjelaskan, seharusnya aparat memproses hukum anggota keluarga yang terindikasi judol, bukan mencoret keluarga dari bansos. ‎"Yang harus dibasmi itu judol. Komdigi dan kepolisian diminta proaktif memberantas aplikasi judol ini," ucapnya.

‎Menurutnya apabila tidak ada lagi aplikasi judol, mustahil ada anggota keluarga yang bermain judol. ‎"Pemerintah harus memastikan seluruh aplikasi judol diblokir. Tak adil bila akibat keterlibatan judol, bansos dihentikan. Kasian keluarga



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN