58 Penerbangan di Kualanamu Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Tujuan Jakarta Tetap Bertahan

Para calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu. (Foto: Sembiring/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID - Sebanyak 58 penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). Dari jumlah tersebut, 57 penerbangan dibatalkan, sedangkan satu penerbangan dialihkan (divert) ke Bandara Kualanamu.
Akibat pembatalan tersebut, terjadi penumpukan calon penumpang tujuan Jakarta karena memilih tetap bertahan di Bandara Kualanamu sambil menunggu kepastian keberangkatan dari pihak maskapai. Kondisi ini juga menyebabkan penumpukan calon penumpang dan keluarga di area terminal keberangkatan.
Salah seorang calon penumpang tujuan Jakarta, Efranta Tarigan, mengatakan dirinya memilih tetap menunggu di Bandara Kualanamu karena mendapat informasi penerbangan menuju Jakarta kemungkinan kembali beroperasi setelah pukul 18.00 WIB.
"Dari kabar yang kami terima, jam 18.00 lewat nanti pesawat tujuan Jakarta sudah bisa terbang dari Bandara Kualanamu ini," ujar Efranta.
Warga Kabupaten Karo tersebut mengaku tidak memilih kembali ke Kabanjahe sambil menunggu kepastian keberangkatan. Ia mengatakan keberadaannya di Jakarta untuk menjenguk keluarga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit jantung.
"Kalau harga balik lagi ke Kabanjahe, Tanah Karo tidak lah mungkin. Selain menghemat biaya juga waktu," tambahnya.
Sementara itu, guna mengantisipasi dampak pembatalan penerbangan, personel Polresta Deli Serdang telah diturunkan di Bandara Kualanamu sejak Minggu (6/9/2026). Selain untuk meningkatkan pengamanan, polisi juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi calon penumpang yang membutuhkan.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana bersama jajaran pejabat utama Polresta Deli Serdang turut memantau langsung situasi di area terminal keberangkatan.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak bandara, maskapai dan stakeholder terkait agar setiap perkembangan situasi dapat direspons dengan cepat dan tepat," kata Hendria usai mendampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak meninjau situasi Bandara Kualanamu terkait pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).
Hendria mengimbau calon penumpang tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun petugas bandara. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya. (hm25)






































