Di Tengah Polemik Sukarame, Forkopimda Labura Bertemu dengan Petinggi Agrinas

Bupati Labura H Hendri Yanto Sitorus dan Forkopimda saat bertemu dengan PT APN. (foto: istimewa/mistar)
Labura, MISTAR.ID – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar pertemuan dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di Kantor Bupati Labura, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan dihadiri Bupati Labura H Hendri Yanto Sitorus, Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus, Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Hendrajaya, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dari pihak PT APN, hadir Kepala Wilayah Regional Sumut-Aceh Soekarnoto, Hadi Basuki, serta sejumlah petinggi PT APN yang menangani Kebun eks PT Graha Dura Ledong Prima di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung tanpa keterangan resmi mengenai materi yang dibahas. Di sejumlah titik di lingkungan Kantor Bupati Labura, terlihat personel TNI dan Polri berjaga. Sebagian mengenakan seragam dinas, sementara lainnya berpakaian sipil.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum diketahui secara pasti isi pembicaraan antara jajaran Forkopimda Labura dengan petinggi PT APN.
Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus yang coba dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut juga belum memberikan keterangan. Sementara itu, Humas PT APN Sukarame, RT Simamora, yang ditemui di luar lokasi pertemuan, membenarkan adanya pertemuan antara Forkopimda Labura dengan pihak PT APN. Namun, ia mengaku belum dapat merinci materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini berlangsung di tengah situasi yang sebelumnya sempat memanas di kawasan perusahaan PT APN Sukarame. Beberapa waktu lalu, terjadi tindak kekerasan yang diduga melibatkan pihak sekuriti hingga mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa tersebut kemudian memicu pembakaran kantor PT APN Sukarame.
Akibat kejadian itu, aktivitas perusahaan sempat terhenti. Namun, belakangan aktivitas perusahaan mulai kembali bergerak, meski masih terdapat kelompok masyarakat yang menuntut agar perusahaan tersebut meninggalkan kawasan Sukarame.
























