BMKG: Cuaca Panas Siang dan Hujan Sore Diprediksi Berlanjut di Sumut hingga 3 Agustus

Ilustrasi. (foto:pixabay/mistar)
Medan, MISTAR.ID (28/7/2026) - Cuaca panas pada siang hari dan hujan pada sore hingga malam diprediksi masih berlanjut di Sumatera Utara (Sumut) selama sepekan ke depan, terhitung sejak 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Hal ini disampaikan Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, dalam keterangan pers yang diterima Mistar, Selasa (28/7/2026).
"Sepekan ke depan cuaca pada pagi hingga siang hari di Sumut cenderung cerah hingga cerah berawan. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi mengguyur pada sore hingga malam hari," ucap Martha.
Cuaca siang yang terik, kata Martha, mengakibatkan peningkatan suhu udara dan pemanasan yang cukup signifikan sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari. Kondisi ini juga berpotensi disertai angin kencang secara lokal di sebagian wilayah Sumut dalam sepekan ke depan.
Kendati demikian, BBMKG Wilayah I Medan menyampaikan hujan juga berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Sumut pada pagi hingga siang hari. Martha menguraikan, daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, terutama pada sore hingga malam hari, meliputi Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, dan Toba.
"Kemudian wilayah-wilayah lainnya antara lain Kabupaten Humbang Hasundutan, Samosir, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, serta Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Gunungsitoli, Sibolga, dan Padangsidimpuan," lanjut Martha.
Martha menjelaskan, kondisi cuaca panas pada siang hari dan hujan pada sore hingga malam di Sumut dipicu aktivitas gelombang atmosfer yang diprakirakan masih aktif, adanya belokan angin (shearline) di Samudra Hindia bagian barat Sumatra yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di wilayah pantai barat hingga lereng timur Sumut.
"Serta suhu muka laut yang menghangat meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan dan labilitas udara yang cukup tinggi turut memicu terjadinya proses konveksi," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Pemangku kepentingan juga diimbau memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi potensi bencana yang dapat timbul akibat kondisi cuaca tersebut. (hm27)


























