BMKG Perbarui Peringatan Dini Cuaca Sumut, Hujan Lebat Berpotensi Meluas

Ilustrasi, BMKG Perbarui Peringatan Dini Cuaca Sumut, Hujan Lebat Berpotensi Meluas. (foto:pixabay/bmkg/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.10 WIB. Masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota diminta meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 15.20 WIB dan diperkirakan masih berlangsung hingga 18.20 WIB.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Pada pembaruan peringatan dini tersebut, BMKG menyebut hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Tapanuli Utara, Nias, Karo, Deli Serdang, Simalungun, Labuhanbatu, Dairi, Mandailing Natal, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, serta Kota Gunungsitoli.
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan dapat berkembang dengan cepat dan meluas ke berbagai daerah lain di Sumatera Utara.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Langkat, Asahan, Toba, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, serta sejumlah kota besar seperti Medan, Binjai, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.
Kota Medan hingga Kepulauan Nias Masuk Cakupan Peringatan
Salah satu sorotan dalam pembaruan BMKG kali ini adalah luasnya cakupan wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Di Kota Medan, hampir seluruh kecamatan masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang, mulai dari Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Marelan, hingga Medan Timur.
Sementara itu, kawasan Kepulauan Nias juga menjadi perhatian. Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, serta Kota Gunungsitoli diperkirakan berpotensi mengalami kondisi cuaca serupa.
Luasnya wilayah yang masuk dalam peringatan dini menunjukkan bahwa potensi pembentukan awan hujan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan pegunungan, tetapi juga mencakup wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perkotaan.
Mengapa Hujan Lebat Sering Terjadi pada Sore Hari?
Fenomena hujan pada sore hingga menjelang malam merupakan pola yang umum terjadi di wilayah tropis seperti Sumatera Utara.
Pemanasan matahari sejak pagi hingga siang hari meningkatkan penguapan air dari permukaan bumi. Udara yang hangat dan lembap kemudian bergerak naik ke atmosfer dan membentuk awan konvektif. Ketika kondisi atmosfer mendukung, awan tersebut berkembang menjadi awan hujan yang mampu menghasilkan hujan lebat, petir, bahkan angin kencang dalam waktu relatif singkat.
Karena proses pembentukannya berlangsung cepat, kondisi cuaca dapat berubah hanya dalam hitungan puluhan menit. Oleh sebab itu, pembaruan peringatan dini dari BMKG menjadi acuan penting bagi masyarakat untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
Waspadai Potensi Dampaknya
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, antara lain:
- Genangan hingga banjir di kawasan perkotaan.
- Pohon tumbang akibat embusan angin kencang.
- Jalan licin dan menurunnya jarak pandang yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
- Longsor di wilayah berbukit dan pegunungan.
- Gangguan aktivitas pelayaran maupun nelayan apabila cuaca memburuk di wilayah pesisir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir, menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame, serta terus memantau informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi.
Hingga pembaruan terakhir, kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih berpotensi berlangsung di berbagai wilayah Sumatera Utara sampai pukul 18.20 WIB.
(bmkg/*/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















