Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

BMKG Ungkap Antisiklon Samudera Hindia Picu Hujan Panjang di Sumut

Mistar.idMinggu, 19 Juli 2026 pukul 15.37 WIB
bmkg_ungkap_antisiklon_samudera_hindia_picu_hujan_panjang_di_sumut

Peta sebaran hujan yang melanda sebagian besar wilayah Sumut pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Dok. BBMKG Wilayah I Medan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (19/7/2026) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab hujan yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut) hampir sepanjang hari pada Sabtu (18/7/2026) dan Minggu (19/7/2026).

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Ilham Haris, menyebut kondisi cuaca tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk antisiklon atau wilayah dengan tekanan udara tinggi yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumut.

"Fenomena ini akibat adanya antisiklon atau pusat tekanan udara tinggi yang membuat massa udara mengalir keluar dari pusatnya di Samudera Hindia sebelah barat Sumut. Selain itu, terdapat perlambatan kecepatan angin sehingga memicu penumpukan uap air dan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sumut," katanya saat dikonfirmasi Mistar melalui seluler, Minggu (19/7/2026).

Selain itu, Ilham mengungkapkan bahwa Gelombang Kelvin yang aktif di wilayah Sumut turut mendukung terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

"Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Sumut juga meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif. Selain itu, suhu permukaan laut yang cukup hangat di wilayah Sumut menambah suplai uap air dan meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif serta curah hujan," ujarnya.

BMKG memperkirakan kondisi hujan hampir sepanjang hari masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan di sebagian besar wilayah Sumut, termasuk Kota Medan dan sekitarnya.

"Secara umum hampir menyeluruh hujan di Sumut, termasuk Kota Medan. Curah hujan tertinggi terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pakpak Bharat pada Sabtu (18/7/2026). Cuaca seperti ini diperkirakan masih terjadi hingga dua hari ke depan," tutur Ilham.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan melakukan mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir atau longsor. Pemangku kepentingan juga diimbau memperkuat koordinasi dalam memitigasi potensi bencana alam yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca tersebut. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN