KAI Tinjau Jalur Rantauprapat–Aek Nabara, Operasional Makin Dekat?

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan, laksanakan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara. (Foto: PT KAI Divre I Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID, (19/7/2026) — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melaksanakan inspeksi bersama di jalur kereta api Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara.
Jalur kereta api Rantauprapat–Kota Pinang yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan sepanjang 18,5 kilometer tersebut hingga kini belum dioperasikan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peninjauan difokuskan untuk memastikan keandalan infrastruktur serta mitigasi risiko keamanan, termasuk potensi vandalisme.
"Kegiatan ini untuk melihat kondisi prasarana, seperti jalur rel, jembatan, dan fasilitas stasiun. Pembangunan ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatera, dimulai pada 2017 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 pada 2020," katanya, Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh prasarana tersebut berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas).
"Pengawasan ini dimaksudkan agar jika jalur operasional diaktifkan, seluruh aspek sudah memenuhi syarat, terutama keselamatan perjalanan," ucapnya.
Kesiapan operasional jalur tersebut dinilai semakin mendesak seiring pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan di Stasiun Rantauprapat. Jalur yang terhubung, yakni Rantauprapat Baru–Aek Nabara, melayani enam hingga delapan perjalanan KA Sribilah setiap hari.
Pada semester I dalam tiga tahun terakhir, jumlah penumpang di stasiun tersebut menunjukkan tren peningkatan hingga lebih dari 54 ribu pelanggan. Pada 2024, jumlah pelanggan tercatat 204.152 orang. Kemudian pada 2025 meningkat 18 persen menjadi 240.408 orang, dan pada 2026 kembali naik sekitar 7 persen menjadi 258.416 orang.
"Angka tersebut menjadi bukti tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Labuhanbatu dan sekitarnya terhadap transportasi kereta api. Masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian jadwal," ujarnya.
KAI Divre I Sumut berharap kesiapan jalur lintas Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara dapat menjadi jawaban atas tingginya mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumatera Utara. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















